Puan Desak Polisi Usut Kericuhan Demo 27 Agustus Diusut, GRIB Disorot
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Kampus Jogja, sarana pendukung masih memprihatinkan.
Harianjogja.com, JOGJA - Perwajahan perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY masih menjadi sebuah evaluasi yang perlu segera diperbaiki. Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V Yogyakarta mencatat, masih ada sekitar 10% dari total 104 PTS di DIY ini yang menggunakan kompleks rumah toko (ruko) sebagai kampus.
Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi mengungkapkan, sarana pendukung perkuliahan sejumlah kampus di DIY ini masih banyak yang memprihatinkan. Kendati sebuah perguruan tinggi namun masih banyak kampus yang perwajahannya jauh dari layaknya tempat perkuliahan.
Penyempurnaan wujud kampus perlu dilakukan di samping peningkatan mutu pendidikan.
"Masih ada sembilan PTS yang kelengkapan kepemilikan dan saranan pembelajarannya minim. Ke depan harus segera diperbaiki, termasuk pelayanan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi," ujarnya di sela Rapat Koordinasi PTS, Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) DIY dan Kopertis V DIY di Sahid Jaya Hotel, Rabu (18/1/2017) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.