Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 19 Sekolah Terima dari Satu Dapur
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi mahasiswa (Hercampus.com)
Kampus Jogja, sarana pendukung masih memprihatinkan.
Harianjogja.com, JOGJA - Perwajahan perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY masih menjadi sebuah evaluasi yang perlu segera diperbaiki. Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V Yogyakarta mencatat, masih ada sekitar 10% dari total 104 PTS di DIY ini yang menggunakan kompleks rumah toko (ruko) sebagai kampus.
Baca Juga : KAMPUS JOGJA : Ups, 9 PTS Masih Berwujud Ruko
Mantan Ketua Aptisi Pusat Edy Suandi Hamid menyayangkan masih adanya kampus-kampus yang statusnya masih menyewa di ruko. Padahal menurut dia, sesuatu aturan penyelenggaraan pendidikan tinggi, sebuah institusi tidak boleh menyelenggarakan kegiatan perkuliahan dengan tempat yang status kepemilikannya hanya menyewa.
"Aturannya sekarang jelas, institusi pendidikan tinggi minimal harus memiliki tempat kuliah sendiri. Jelas tidak bisa kalau kampus hanya sifatnya menyewa tempat," paparnya saat dihubungi Harianjogja.com, Kamis (19/1/2017).
Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu lantas beranggapan, dengan adanya aturan baru tersebut seharusnya tidak bisa tetap menyelenggarakan aktivitas perkuliahan.
"Tapi mungkin izin penyelenggaraan pendidikan PTS-PTS tersebut belum habis sehingga masih ada toleransi. Nanti kalau sudah habis maka tentu harus memiliki tempat sendiri yang jauh lebih layak," tandasnya.
Perkuliahan dilakukan dalam satu komplek ruko menurutnya jelas tidak efektif. Imbasnya jelas mengarah pada mutu dan kualitas pendidikan.
"Orang belajar butuh kenyamanan, kalau tempatnya enggak memadai bagaimana kualitas bisa diberikan," imbuhnya.
Sisi lain yang dia khawatirkan adalah terkait jual beli ijazah. Kampus-kampus yang tidak memiliki tempat perkuliahan yang memadai menurut dia paling berpotensi hanya asal menerbitkan ijazah tanpa melalui prosedur penyelenggaran pendidikan.
Sementara, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi juga menyinggung masalah rasio antara dosen dan mahasiswa yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan kualitas PTS. Dia mencatat tidak lebih dari 15% yang memiliki rasio semimbang antaara dosen dan mahasiswanya. Dari 104 PTS yang ada, hanya 17 saja yang sudah memenuhi kriteria rasio sebagaimana aturan Kementerian Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).
Selebihnya sebanyak 48 PTS lainnya baru masuk kategori sedang. Sedangkan sebanyak 37 PTS masih rendah kualitasnya karena rasio dosen dan mahasiswa yang tidak sesuai kuota.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, rasio dosen dan mahasiswa yang ideal seharusna 1: 2,87. Sayangnya hingga saat ini rasio tersebyt hanya 1
. Bahkan adapula yang perbandingannya sampai 1:10.
"Sebanyak 37 PTS masih perlu instropeksi karena dimungkinkan semua pendaftar diterima sebagai mahasiswa tanpa seleksi yang memadai," tandasnya disela Rapat Koordinasi PTS, Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) DIY dan Kopertis V DIY di Sahid Jaya Hotel, Rabu (18/1/2017) sore.
Dari fakta tersebut Bambang berharap PTS-PTS segera mengevaluasi diri. Dengan demikian tidak akan terjadi kasus yang sama laiknya salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jakarta ketika satu dosen harus membimbing skripsi 400 mahasiswa karena rasio dosen dan mahasiswa yang sudah over terlampau banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.