Harga Cabai Naik Diduga karena Panjangnya Rantai Distribusi
Pedagang sayuran di Pasar Beringharjo Timur, Sut, menjual cabai rawit dan cabai merah keriting di losnya, Senin (2/1/2017). Saat ini komoditas tersebut mengalami kenaikan harga. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Harga cabai rawit merah naik dinilai karena faktor panjangnya rantai distribusi
Harianjogja.com, JOGJA- Asisten Sekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Gatot Saptadi mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit merah dinilai karena faktor panjangnya rantai distribusi.
Untuk itu perlu dibuat jalur distribusi sendiri oleh pemerintah dengan membeli langsung dari petani dan didistrubusikan kepada masyarakat melalui rumah pangan kita, toko tani, dan kios Segoro Amarto.
"Petani akan diuntungkan karena dapat harga yang bagus dan harga di masyarakat akan lebih murah. Tapi, memang mekanismenya harus dipikirkan dengan rinci karena cabai termasuk tanaman tidak tahan lama. Kita belum punya storage untuk menyimpan," ungkap dia, Jumat (20/1/2017).
Kemudian, untuk menjamin ketersediaan produksi, pemerintah memiliki program untuk menentukan luas tanam beberapa jenis tanaman sepeti padi, cabai, bawang merah, dan jagung.
"Kuncinya ada di Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan [PLPPB]. Di atas kertas memang ada sekitar 35.000 hektare. Tapi di lapangan, itu lahan yang mana? Masih dikaji," ucap dia.
Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengatakan, ada rencana untuk menentukan kawasan tertentu untuk penanaman. "Nanti akan dilihat daerah yang cocok untuk masing-masing tanaman agar petani tidak merugi," ungkap dia.
Sebelumnya, ia pernah mengatakan, untuk mengamankan ketersediaan pangan, Pemerintah DIY melalui Dinas Pertanian sedang menyiapkan lahan abadi pertanian seluas 35.911,59 hektare. "Luasan lahan itu terbagi ke dalam empat kabupaten dengan luas berbeda-beda," ungkap dia.
Ia menjelaskan, luasan terbesar ada di Bantul yakni 13.000 hektare. Sementara, luasan terkecil ada di Kulonprogo dengan luasan 5.029 hektare. Untuk Sleman dan Gunungkidul masing-masing 12.377,59 hektare dan 5.505 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share