Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Masyarakat Antihoax menggelar aksi simpatik di kawasan Malioboro, Minggu (22/1/2017). Mereka mengajak masyarakat untuk ikut memerangi penyebaran informasi hoax atau bohong yang marak di media sosial. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Demonstrasi Jogja kali ini mengenai ajakan memerangi hoax
Harianjogja.com, JOGJA -- Ratusan masyarakat sipil dan pegiat media sosial mengajak masyarakat untuk peduli memerangi penyebaran informasi hoax atau berita-berita bohong yang marak di media sosial akhir-akhir ini.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=786734">DEMONSTRASI JOGJA : Pegiat Media Sosial Ajak Masyarakat Perangi Hoax
Johan Wahyudi, salah satu pegiat media mengaku prihatin banyaknya informasi hoax terutama dari media sosial. Menurut dia, penyebaran informasi hoax di mesia sosial mulai masif sejak pilpres 2014 lalu, masyarakat terpecah dua dalam dukungan. Saling menjatuhkan lawan yang tidak sepaham dengan memprovokasi masyarakat itu diakuinya terbawa sampai saat ini.
Bahkan, kata dia, penyebaran informasi hoax sangat mudah dengan adanya teknologi telepon selular.
"Jika itu terus dibiarkan maka akan memecah belah bangsa," kata Johan, saat sosialisasi sekaligus deklarasi Masyarakat Antihoax di Kawasan Malioboro, Minggu (22/1/2017). Aksi tersebut diawali dengan longmarch dari depan kantor Dinas Pariwisata DIY sampai Titik Nol Kilometer Jogja.
Ia mengajak masyarakat untuk menyaring terlebih dahulu informasi yang diperoleh sebelum disebarkan kepada orang lain, "Saring sebelum sharing," katanya.
Aksi simpatik memerangi informasi hoak itu , dihadiri dari unsur kepolisian dan pegawai negeri sipil. Bahkan Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat, Komisaris Polisi Sri Sumarsih ikut orasi dan menyatakan memerangi penyebaran informasi hoax. Selain itu sejumlah masyarakat yang ada di sekitar Titik Nol Kilometer Jogja juga turut memberikan dukungannya melalui tanda tangan diatas spanduk berukuran sekitar 2x3 itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.