Guru di Ponorogo Kecelakaan, Motornya Malah Dibawa Kabur Pencuri
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Bantuan korban bencana disalurkan di Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 70 orang korban bencana angin kencang di wilayah Seyegan awal tahun ini mendapat bantuan keuangan sebesar Rp84,7 juta dari Pemkab Sleman. Bantuan diserahkan Bupati Sleman Sri Purnomo, Senin (23/1/2017) di Aula Kecamatan Seyegan.
Penyerahan didampingi Kepala Pelakana BPBD dan Camat Seyegan. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 84,7 juta dengan nilai terkecil Rp200.000 dan terbesar Rp 6,5 juta.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman, Joko Supriyanto, wilayah yang terdampak angin kencang mencakup tujuh wilayah. Mulai kecamatan Moyudan, Minggir, Seyegan, Selman, Mlati, Tempel dan Godean.
Akibat bencana tersebut, pihaknya mencatat kerusakan rumah mencapai 418 rumah, kerusakan fasos fasum 5 buah, kerusakan tempat usaha 10 buah dan korban meninggal 1 orang dan luka 7 orang. "Total kerugian mencapai Rp 539,7 juta," katanya di sela-sela pemberian bantuan.
Rincian penerima bantuan untuk desa Margoagung sejumlah 50 orang, dengan nilai bantuan Rp57,3 juta, desa Margodadi jumlah enam orang nilai Rp9,8 juta, desa Margokaton sejumlah dua orang nilai Rp2, 3juta dan desa Margoluwih 121 orang dengan bantuan Rp15,3 juta.
"Bantuan untuk wilayah lain masih dalam proses verifikasi dan setelah selesai juga akan segera diberikan bantuan sesuai Perda 114 tahun 2016 tentang Bantuan Bencana," jelasnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman senantiasa bertindak cepat dalam mengatasi bencana yang terjadi. Selai melakukan evakuasi, Pemkab juga langsung memberikan bantuan kepada korban. Bantuan yang diberikan diakui Sri, tidak dapat mencukupi semua kerugian yang diderita warga.
"Bantuan ini hanya dapat meringankan beban korban untuk segera melakukan perbaikan atau merenovasi rumah yang rusak sehingga dapat kembali untuk aktivitas keluarga," katanya.
Dia berharap, masyarakat selalu mewaspadai potensi bencana di sekitarnya. Termasuk berupaya memotong ranting-ranting pohon yang rawan tumbang. "Walaupun pohon-pohon yang dimiliki itu merupakan aset yang bisa menghasilkan, tetapi kalau membahayakan harus tetap diwaspadai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.