Demo 27 Agustus, Kendaraan Taktis Bersiap di Kompleks DPR
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Ilustrasi tahanan (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Pencurian Sleman menggunakan modus yang diperbarui sesuai situasi.
Harianjogja.com, SLEMAN - Banyaknya aksi klithih di wilayah DIY akhir-akhir ini justru dimanfaatkan oleh dua oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan. Berpura-pura menjadi anggota polisi dengan menggunakan nama samaran Purnomo dan Andri, pelaku bernama asli Banu,25, warga Panembahan, Kraton, Yogyakarta dan Dewa,23, warga Bambanglipuro, Bantul keduanya melakukan perampasan terhadap korban dengan menuduh para korban sebagai anggota klithih.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar mengatakan kejadian perampasan tersebut bermula ketika korban Bambang Gunarto dan Yoga Desi warga Margoagung, Seyegan, Sleman hendak pulang seusai membeli makan di daerah Rigroad Barat, Biru, Trihanggo, Gamping akhir bulan Desember lalu. Saat itu, di jalan keduanya dicegat oleh dua orang yang mengaku anggota Polres Sleman yang sedang berpatroli mencari pelaku klithih.
"Pelaku saat mencegat berkata Koe Cah Klithih yo? "Kamu anak klithih ya?. Korban saat itu percaya bahwa pelaku benar anggota," katanya, Selasa (24/1/2017).
Dikatakannya dengan melihat perawakan pelaku yang tinggi besar seperti seorang aparat, korban kemudian menuruti semua perintah dari pelaku. Pelaku, kemudian melakukan penggeledahan disaku korban dan mendapati sebuah ponsel dan dompet. Usai mengambil barang milik korban tersebut, pelaku kemudian berpura-pura mengajak keduanya menuju Mapolres Sleman untuk dimintai keterangan. Dengan menggunakan sepeda motor kemudian mereka menuju arah kantor Polres Sleman.
"Korban disuruh di depan, sementara pelaku di belakang dengan alasan supaya korban tidak kabur," katanya.
Namun, hanya berjalan beberapa ratus meter kedua pelaku justru yang berbalik arah dan melarikan diri tanpa sepengetahuan dari dua orang korban tersebut. Melihat kedua pelaku menghilang, korban tersadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Korban selanjutnya melaporkan kejadian perampasan tersebut ke Polres Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.