Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Persiapan pelepasan Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di Museum Sasana Wiratama Diponegoro, Tegalrejo Jogja. (Foto istimewa)
Penelitian wolbachia untuk menekan nyamuk penyebab demam berdarah
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Kesehatan Kota Jogja bersama Tim Eliminate Dengue Project (EDP) Jogja, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) akan memperluas sebaran nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia ke semua kelurahan di Kota Jogja, kecuali tiga kelurahan di kecamatan Kotagede sebagai pembanding.
Baca juga :http://m.solopos.com/2017/01/24/penelitian-wolbachia-sebaran-nyamuk-anti-dbd-diperluas-787480"> PENELITIAN WOLBACHIA : Sebaran Nyamuk Anti-DBD Diperluas
Peneliti Utama EDP Jogja, Adi Utarini menjelaskan dalam dua pekan telur nyamuk hasil pengendali DBD akan terbang kemudian akan kawin dengan nyamuk aedes aegypti. Hasil dari kawin silang tersebut akan menghasilkan nyamuk yang berwalbachia sehingga tidak berbahaya lagi.
“Nyamuk yang dalam tubuhnya mengandung bakteri walbhacia, sangat menekan replikasi virus dangue,” kata dia.
Juru bicara Tim EDP Jogja, Bekti Andari menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan 8.000 ember tepat telor nyamuk ber-walbachia yang akan disebar di 35 kelurahan dan desa, masing-masing ember akan diisi 100-120 telur. Tiap dua pekan akan diisi kembali telur nyamuk.
Ia berharap penelitian EDP Jogja mampu menekan perkembang biakan nyamuk yang membawa virus demam berdarah. Sebab, demam berdarah sampai saat ini di Kota Jogja terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, bahkan tidak sedikit merenggun korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini mengungkapkan selama 2016 sudah ada 1.706 kasus demam berdarah di Kota Jogja, 13 di antaranya meninggal dunia. Bahkan belum genap sebulan tahun ini sudah ada 53 kasus demam berdarah.
Menurut dia, saat ini semua kelurahan di Kota Jogja sudah endemis demam berdarah, termasuk Kelurahan Kotabaru Gondokusuman yang sebelumnya bebas demam berdarah, mulai tahun lalu sudah endemis. Ia menyambut baik upaya Tim EDP Jogja pengendalikan aedes aegypti. Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap melakukan upaya pemberantasan sarang ngamuk (PSN), “Masyarakat harus terlibat, PSN harus tetap dilakukan,” ujar Fita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.