WISATA BANTUL : Dispar Kembangkan Pariwisata di Dlingo, Seperti Apa?

Uli Febriarni
Uli Febriarni Jum'at, 27 Januari 2017 02:20 WIB
WISATA BANTUL : Dispar Kembangkan Pariwisata di Dlingo, Seperti Apa?

Harian Jogja/Multi Ilham Nugriya Suasana tempat wisata Curg Lepo yang sepi pengunjung saat pencoblosan sedang berlangsung di Desa Dlingo, Bantul, Rabu (9/12).

Wisata Bantul dikembangkan lebih beragam

Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul akan mengembangkan sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Dlingo.

Hal itu dilakukan, karena Dispar menilai kawasan tersebut mengalami perkembangan di bidang pariwisata, dalam beberapa tahun belakangan. Selama ini banyak destinasi wisata di sana muncul dan dikembangkan oleh masyarakat lokal.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Bantul Wiyana pada Selasa (24/1/2017) mengatakan, untuk mendukung langkah itu, Dispar sudah mulai menyusun konsep agar pariwisata di Dlingo tertata rapi, dengan tetap menggandeng masyarakat setempat.

"Dengan begitu, harapannya masyarakat Dlingo memiliki rasa memiliki terhadap objek wisata di sana. Apalagi berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, justru destinasi wisata yang dimunculkan dinas kurang mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, karena mereka merasa tidak memiliki," tuturnya.

Menurut Wiyana, di Dlingo ada banyak destinasi wisata baru yang dihadirkan sendiri oleh masyarakat. Dengan peran serta masyarakat dalam mengelola pariwisata di sana, lanjut dia, maka otomatis kesejahteraan masyarakat di sana juga meningkat, karena bisa menambah pendapatan.

Wiyana mengaku terkejut dengan perkembangan Dlingo yang kini telah menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bantul. Apalagi mengingat Dlingo sebelumnya dikenal dengan kawasan ekonomi lemah, ketimbang kecamatan lain di Bantul. Sehingga ia optimistis, perkembangan pariwisata di sana bisa mengatasi persoalan kemiskinan di Dlingo.

"Efek pariwisata ternyata berdampak luas terhadap ekonomi masyarakat lokal, buktinya muncul banyak usaha baru dari warga. Seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) macam kuliner yang mengeliat paska wisata Dlingo terangkat, mereka mendirikannya secara mandiri," ungkap dia.

Meskipun demikian ia tetap tidak akan tergesa-gesa untuk membuka kesempatan investasi besar. Dan memilih untuk mendorong masyarakat mengembangkan pariwisata di kecamatan tempat tinggal mereka.

Ketua Koperasi Notowono Mangunan Dlingo Purwoharsono, membenarkan jika destinasi wisata Dlingo saat ini memang mendapatkan momen yang tepat untuk berkembang. Hal ini didukung dengan adanya tren wisata alam.

"Banyak pengunjung berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung," tuturnya.

Tercatat, sepanjang 2015 lalu, ada 90.000 motor yang masuk ke kawasan wisata Dlingo, dan mobil berjumlah 13.000 unit. Pada 2016, jumlah motor yang masuk naik 200 persen, dan mobil 400 persen, dari jumlah tahun sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis