Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Tanah longsor di Dusun Jelok RT 02 RW 03 Watugajah Gedangsari pada Rabu (9/11/2016) malam. (Foto istimewa Dokumen BPBD Gunungkidul)
Bencana Gunungkidul terjadi berupa tanah longsor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Hujan lebat yang terjadi pada Rabu (25/1/2017) menyebabkan tanah longsor, sehingga membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Salah satu rumah di Kecamatan Senim tertimbun material longsor, sementar kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Gedangsari, hingga membuat pemilik rumah mengungsi.
Tanah longsor di Desa Pundungsari, Kecamatan Semin pada Rabu petang membuat satu rumah tertimpa reruntuhan longsor. Kapolsek Semin AKP Agus Sunarno mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu hujan mengguyur mulai siang hingga petang. Diduga lantaran struktur tanah tergerus aliran air, sebuah tebing setinggi lima meter longsor menimpa rumah.
Longsoran tanah bercampur batu menimpa sebagian rumah Sarto, warga Desa Pundugsari, Kecamatan Semin. "Hempasan yang keras membuat sebagian rumah korban rusak," ujar Agus, Kamis (26/1/2017).
Akibat kejadian tersebut Agus memperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Kemudian agar tak ada kerugian materi materi yang lebih besar, maupun korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana alam. Dia mengimbau agar warga berhati-hati saat hujan lebat mulai mengguyur.
Sementara itu, di hari yang sama, tanah longsor juga terjadi di Dusun Cermo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Rumah warga setempat, Sholeh mengalami kerusakan akibat tertimpa longsoran tanah tebing setinggi sembilan meter.
Menurut Kapolsek Gedangsari, AKP Edi Purnomo tanah longsor tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kata dia tebing yang berada di samping rumah Sholeh tersebut tiba-tiba mengalami longsor.
Akibatnya selain merusak rumah, material longsor juga menutup akses jalan menuju rumah Sholeh. Karena masih rawan dan jalan menuju rumahnya terisolir, Edi meminta agar Sholeh mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman. "Korban saat ini sudah mengungsi ke tempat saudaranya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.