WISATA BANTUL : Wisatawan Bisa Sampaikan Keluhan Melalui SMS

Uli Febriarni
Uli Febriarni Selasa, 31 Januari 2017 16:18 WIB
WISATA BANTUL : Wisatawan Bisa Sampaikan Keluhan Melalui SMS

Wisata Bantul terus dibenahi

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul berencana menerapkan layanan nomor pusat aduan (SMS center) yang akan dicantumkan pada tiket seluruh objek wisata (obwis) di Bantul.

Langkah tersebut diterapkan untuk meminimalisir kecurangan petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) dan kebocoran pendapatan retribusi.

Kepala Dispar Kabupaten Bantul Supriyanto mengatakan, SMS center tersebut akan mencantumkan nomor telepon yang tersambung langsung kepada Sekretaris Dispar dan dirinya selaku Kepala Dispar pada lembaran tiket, diikuti dengan tanggal tiket dan nomor tiket.

Kebijakan ini telah dilaporkan kepada Bupati dan rencananya akan diterapkan pada Maret 2017 mendatang. Harapannya, dengan adanya nomor SMS center, maka pengunjung bisa melaporkan langsung ke nomor tersebut.

Misalnya, bila mendapatkan tiket dengan tanggal kunjungan yang sudah kedaluwarsa atau jumlah tiket yang diberikan oleh petugas TPR tidak sesuai dengan jumlah pengunjung.

Ide untuk mencantumkan SMS center, muncul sebagai solusi mencegah tindak kecurangan terus terjadi berulang. Dispar menilai penggantian petugas atau rolling tidak cukup efektif menjadi solusi mencegah pungli.

"Kalau hanya ganti orang, nanti juga lama-lama bisa saja orang itu akan berubah, terbawa arus dan melakukan hal yang sama. Nanti selain ada sms center, saya dan Sekretaris Dispar akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan," tuturnya, Senin (30/1/2017).

Supriyanto berharap, masyarakat dapat mendukung program yang nanti akan diterapkan ini, dengan cara berani melapor lewat nomor aduan, dilengkapi dengan nama dan alamat lengkap. Karena Dispar juga perlu melakukan pengecekan ulang, kendati demikian identitas pelapor dijamin kerahasiaannya.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul Widodo memberikan sentimen positif terhadap rencana yang digulirkan oleh Dispar itu.

Selama ini masyarakat banyak yang masih sungkan atau merasa tidak enak untuk melaporkan pungli langsung kepada Pemkab, dengan adanya sms center harapannya masyarakat menjadi lebih terdorong untuk bergerak.

"Minimal bisa mengurangi pungli, jadi kalau ada yang tahu atau kena pungli, bisa langsung sms," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis