Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ular berjenis Sanca Kembang tengah jadi tontonan warga Dusun Karang, Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek, Selasa (31/1/2017) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Satwa liar berupa ular sanca muncul di Kretek.
Harianjogja.com, BANTUL -- Saat warga sekitar muara Sungai Opak disibukkan dengan kemunculan buaya besar, justru satwa liar besar lainnya yang berhasil tertangkap.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=789201">SATWA LIAR : Geger Buaya Muara, Warga Justru Temukan Ular Sanca
Adalah ular besar sejenis sanca sepanjang lebih dari 4 meter yang berhasil ditemukan oleh Andi Hermawan, warga Dusun Karang RT 01 Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek, Senin (30/1/2017) lalu.
Saat ini, ular tersebut ditempatkan oleh Andi di kandang bambu depan rumahnya dan menjadi tontonan warga sekitar.
Hingga kini ia pun masih kebingungan akan dikemanakan ular tersebut. Rencananya, ular itu akan dijualnya kepada siapapun yang ingin membelinya.
“Karena kalau dipelihara, selain bingung mencari makanannya, saya juga tidak punya tempat. Kalau dilepas lagi, kok ya sayang,” katanya.
Ia mengaku, warga sekitar muara kini memang tengah memburu buaya besar yang kini disinyalir tengah berkeliaran di sekitar muara Sungai Opak. Bahkan Tim SAR pun kabarnya juga telah melakukan penjeratan terhadap hewan buas berjenis buara muara itu.
"Tapi justru ular besar ini yang kami temukan," katanya.
Terpisah, Pemerhati Reptil Redi Handoko saat melihat potret ular yang ditangkap warga itu membenarkan bahwa ular itu merupakan ular jenis Sanca Kembang. Dijelaskannya, ular yang juga biasa disebut sebagai Sanca Batik itu sebenarnya bisa memiliki panjang hingga lebih dari 8 meter. Ular yang berasal dari keluarga sanca (phytonidae) itu tergolong hewan yang bertingkatan liar.
“Tapi sebenarnya ular itu tidak agresif jika tidak merasa terganggu,” katanya.
Sementara terkait habitatnya, Redi mengatakan ular jenis Sanca Kembang itu memiliki habitat di sekitar semak yang tumbuh di tanah lembab dan tak jauh dari perairan. Itulah sebabnya, kawasan delta sungai adalah habitat terbaik bagi ular ini.
“Saya sih menyarankan agar ular itu kembali dilepaskan di habitatnya. Karena kasihan kalau harus dipelihara. Selain itu, memeliharanya butuh ruang khusus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 6 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 6 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.