TIONGHOA JOGJA : Jaga Tradisi, Perhimpunan Fu Qing Sowan ke Sesepuh
Tionghoa Jogja memiliki tradisi sowan ke sesepuh
Harianjogja.com, JOGJA--Perhimpunan Fu Qing Jogja senantiasa menjaga tradisi untuk menghormati sesepuh dengan mengunjungi mereka. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (30/1/2017).
Ketua Perhimpunan Fu Qing Jogja Jimmy Sutanto mengatakan, enam orang pengurus berkumpul untuk sowan ke sesepuh. "Tradisi ini untuk menghormati sesepuh. Hari pertama sujud pada orang tua yang serumah, hari kedua biasanya ke makam, dan hari ketiga ke sesepuh yang tidak serumah," ujar dia, Rabu (1/2/2017).
Jimmy menjelaskan, kunjungan pertama dilakukan di rumah Sidik Martowijoyo (Ma Yung Jiang) yang kini berusia 80 tahun di Perumahan Colombo.
Ma Yung Jiang merupakan seorang pelukis tingkat dunia di mana pada 2015, dalam pameran lukis internasional di Istana Lauvre, Paris ia mendapatkan dua juara pertama. Ia menerima emas dan hal ini merupakan pertama kali bagi orang Asia selama 200 tahun dalam sejarah.
Kunjungan kedua dilakukan di RS Panti Rapih untuk menemui Tan Swi Hin yang berusia 90 tahun. Ia sedang opname karena beberapa hari lalu batuk dan sesak napas.
"Saat kami kunjungi sudah sembuh. Rencana hari Rabu sudah bisa pulang. Beliau pengusaha toko mas Bintang Mataram di selatan pintu masuk Pasar Beringharjo. Kami besuk siang hari dan masuknya bergantian tiga orang-tiga orang," papar dia.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke Restoran Mahkota di Jalan Gandekan untuk menemui Lin Sien Fak (Salim). Usia beliau saat ini 87 tahun dan masih dalam kondosi sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share