Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Ajak Umat Islam Memaafkan Ahok

Nina Atmasari
Nina Atmasari Kamis, 02 Februari 2017 18:55 WIB
Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Ajak Umat Islam Memaafkan Ahok

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) bersiap untuk menjalani pemeriksaan di Bareskim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11). Basuki Tjahaja Purnama altau Ahok menjalani pemeriksaan perdana oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Beny Susanto mengajak umat Islam untuk memafkan Basuki Tjahaja Purnama

Harianjogja.com, BANTUL- Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Beny Susanto mengajak umat Islam untuk memafkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas ucapannya dalam persidangan, Selasa (31/1/2017).

Keluarga Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan Bantul sangat menyesalkan cercaan, ucapan kasar dan ancaman hukum oleh Ahok dengan penasehat hukum dalam proses persidangan dugaan penistaan agama terhadap saksi KH. Ma'ruf Amin.

"Ini merupakan perbuatan yang amat tidak pantas, apalagi kepada ulama," katanya, kepada Harianjogja.com, Kamis (2/2/2017).

Sebagai tokoh panutan NU, katanya, rois 'am PBNU KH. Ma'ruf Amin sangat dihormati, kalangan nahdliyin dan umat Islam Indonesia, karena yang bersangkutan merupakan ketua umum MUI.

Namun demikian, menurutnya kemarahan tidak baik jika diteruskan berlarut-larut, apalagi kemudian menjadi liar diolah bersama masa, dalam suasana batin kebangsaan dan politik yang sedang memanans.

Terlebih setelah menyimak penyesalan dan mendengar adanya permintaan maaf dari Ahok kepada KH. Ma'ruf Amin, menurutnya masalah cukup sampai di sini.

"Tidak perlu lagi amarah, beralih menjadi energi yang negatif dan mendorong kebencian yang tidak proposional. Apalagi menjadi komoditas politis, tidaklah baik buat kemaslahatan umat, bangsa dan negara," tambahnya.

Untuk itu dengan segala kelapangan hati dan ketulusan yang mendalam,  pihaknya menghargai permohonan maaf Ahok dan tim hukumnya. Ia juga meminta agar para pihak yang sedang berkontestasi dalam Pilkada DKI, ataupun siapa saja, menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara.

"Kami saksikan bahwa, KH. Ma'ruf Amin lebih lapang dada dan memaafkan soal ini. Demikian juga kami berharap kepada sesama warga nahdliyin dan umat Islam, mari akhiri kemarahan dan mengedepankan maaf. Inilah pelajaran utama, memberi maaf yang diajarkan Alloh SWT dan Rasululloh Muhammad SAW," tuturnya.

Ia berharap semoga bangsa dan negara Indonesia, tetap aman, damai dan santosa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online