BANDARA KULONPROGO : Lahan Relokasi Diukur Ulang, Target Waktu Ikut Mundur?

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 03 Februari 2017 08:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Lahan Relokasi Diukur Ulang, Target Waktu Ikut Mundur?

Bandara Kulonprogo untuk lahan relokasi

Harianjogja,com, KULONPROGO --http://m.solopos.com/2017/02/02/bandara-kulonprogo-lahan-relokasi-diukur-ulang-ada-apa-789867"> Pengukuran ulang guna kebutuhan pengurukan tanah lahan relokasi warga terdampak Bandara Temon akan dilakukan dalam 2 hari mendatang. Pengukuran dilakukan untuk memastikan volume kebutuhan tanah uruk di setiap bidang lahan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Zahrom Asurawan  meyakinkan jika pengerjaan tambahan ini tidak akan mengganggu target waktu karena pengurukan yang dilakukan di tanah kas desa Sidorejo tidaklah sebanyak di tanah kas desa Glagah atau Palihan. Pemkab bersama pihak ketiga terkait juga telah menentukan jalur lalu lintas truk pengangkut tanah uruk. Rute kendaraan angkutan dipilih dengan pertimbangan kondisi jalan terbaik dan jalur paling pendek. Tanah uruk sendiri akan diambil dari Kaligalang, Kaliagung, Sentolo.

Pengakutan material akan mulai dilakukan pada pekan kedua Februari mendatang. Sedikitnya 41.700 meter kubik dibutuhkan khusus untuk pengurukan jalan. Pengurukan pertama kali akan dilakukan pada jalan di lingkungan relokasi baru kemudian calon lokasi rumah warga terdampak. Pengurukan awal ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu sampai 1 bulan sampai kemudian warga bisa mulai membangun rumahnya.

Pemkab Kulonprogo juga dipastikan akan melakukan pengurukan kembali pada paroh kedua tahun 2017. Pasalnya, kebutuhan tanah urug untuk lahan relokasi warga terdampak bandara masih kurang sekitar 103.000 meter kubik lagi. Pengurukan tahap kedua ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp12 miliar yang didukung dari APBD Perubahan 2017. Kekurangan ini berdampak pada urukan tanah di halaman rumah warga yang tidak bisa penuh pada tahap pertama.

Sebelumnya, Kepala Desa Glagah, Agus Parmana mengatakan warga terdampak masih bertanya-tanya mengenai kepastian lahan relokasi.
“Banyak yang tanya ke kepala desanya, sebab tak terlihat pengerjaan di lahan relokasi,”jelasnya. Warga berharap pengurukan untuk menyiapkan lahan relokasi segera dilakukan sehingga ada kepastian. Di sisi lain, warga juga mulai resah karena harus segera mengosongkan lahannya seiring dengan pembangunan fisik bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis