CUACA EKSTREM : Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Dapur

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Sabtu, 11 Februari 2017 16:31 WIB
CUACA EKSTREM : Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Dapur

Ilustrasi (google.news)

Cuaca ekstrem terjadi di Patuk, Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Rumah bagian dapur milik Jumiyo salah satu warga di Dusun Putat ll, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul roboh pada Sabtu (10/2/2017) dini hari. Hujan deras disertai angin, ditambah kondisi bangunan yang sudah termakan usia diduga menjadi penyebab ambruknya bangunan itu.

Pemilik rumah, Jumiyo mengatakan, kejadian tersebut terjadi secara singkat dan cepat. Tiba-tiba dirinya mendengar suara benda yang jatuh ke lantai sangat keras. "Setelah saya lihat ternyata atap dapur sudah roboh dan ratusan genting pun pecah," kata dia, Sabtu (11/2/2017) siang.

Menurutnya, robohnya dapur itu berawal saat hujan deras disertai angin kencang di wilayah Patuk sejak Jumat malam. Kuat dugaan ambruknya bangunan tersebut dikarenakan tiang penyangga sudah lapuk dan tak kuat lagi menahan sapuan hujan yang disertai angin kencang.

Kendati sebagian bangunan rumahnya roboh, namun dia tetap bersyukur karena tk ada korban jiwa. "Beruntung saya dan anggota keluarga tidak berada di ruang dapur. Sehingga masih selamat," ungkapnya.

Meski begitu dia mengalami kerugian materil. Jumiyo menyebut akibat peristiwa tersebut, total  mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Lanjut Jumiyo, kejadian itu telah dilaporkan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Dan saat ini dengan dibantu puluhan warga setempat telah bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo berharap, masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya menurut dia musim penghujan dan cuaca ekstrim masih akan terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Hal Sesuai dengan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi hingga akhir Februari. "Masyarakat kami minta untuk mewaspadai," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis