Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Wisatawan menikmati pemandangan dari Puncak Suroloyo Pegunungan Menoreh Kulonprogo. (JIBI/Harian Jogja/Nina Atmasari)
Pemkab Kulonprogo mendorong pemberdayaan masyarakat.
Harianjogja.com, KULONPROGO --Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo , Daerah Istimewa Yogyakarta, memfokuskan pengembangan potensi lokal di kawasan Bukit Menoreh guna menyambut Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Kulonprogo , Dewantoro mengatakan pihaknya memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mengolah potensi lokal untuk diproduksi supaya memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Kami memberikan pelatihan pemanfaatan bahan baku untuk produk-produk yang bisa dipromosikan dan laku untuk mendukung KSPN Borobudur. Masyarakat harus siap menyambut Bukit Menoreh sebagai pusat wisata baru," katanya Sabtu (11/2/2017) seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan potensi di Bukit Menoreh banyak, seperti empon-empon, teh, kopi, bunga krisan, durian, kelengkeng, hingga minyak atsiri.
Bahan baku lokal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bukit Menoreh, yakni Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan, dan Girimulyo.
"Adanya KSPN Borobudur, sepanjang jalan di kawasan Bukit Menoreh 'uang berceceran'. Untuk itu, kami mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dari sisi ketrampilan supaya mereka tidak hanya menjadi penonton saat wisata Bukit Menoreh menjadi tujuan utama wisata," katanya.
Rencananya, Dinas Perdagangan mendampingi masyarakat Jatimulyo, Girimulyo mengembangkan kawasan usaha rakyat untuk komoditas empon-empon, yakni mengajari masyarakat membuat jamu dan bagaimana pengemasan, serta penjualan.
"Kami berharap pengembangan industri kecil empon-empon menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendukung pariwisata. Pelaku IKM dapat menjual jamu mereka di objek-objek wisata yang dikembangkan masyarakat," katanya.
Dinas Perdagangan juga akan mendampingi masyarakat mengembangkan komoditas teh, kopi, minyak atsiri, dan bunga krisan di Kecamatan Samigaluh. Potensi bahan baku tersebut mudah dijumpai sehingga perlu dikemas dengan baik supaya mendukung pariwisata di wilayah tersebut.
"Kami berharap masyarakat mulai mengembangkan potensi lokal untuk kesejahteraan mereka," katanya.
Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Suharmanto mendukung langkah Dinas Perdagangan dalam mendampingi masyarakat mengembangkan potensi lokal.
"Kami harap dinas tidak hanya mendampingi masyarakat mengembangkan potensi lokal, tapi juga membantu menjual produk yang mereka hasilkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.