Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Ilustrasi pasar sapi (JIBI/Solopos/Dok.)
Peternakan Jogja, produksi sapi betina digenjot
Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,1 Triliun untuk mendorong produksi pedet atau anakan sapi menjadi 3 juta ekor. Dana tersebut di antaranya akan digunakan untuk memperbaiki reproduksi sapi indukan yang selama ini tercatat masih rendah. Untuk menyukseskan program ini, pemerintah menggandeng profesi dokter hewan untuk menangani gangguan reproduksi lewat deteksi dini birahi, perbaikan pakan, inseminasi buatan hingga penanganan penyakit gangguan reproduksi.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita dalam pertemuan dengan 500 Dokter Hewan yang tergabung dalam Asosiasi Medik Reproduksi Veteriner Indonesia (Amervi).
.
Ketut Diarmita menegaskan kebijakan pemerintah untuk menggenjot produksi sapi betina tersebut akan direalisasikan lewat program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab). Keberthasilan program ini menurutnya sangat bergantung dari peran dokter hewan yang bertugas di pusat kesehatan hewan (puskeswan) di daerah maupun dokter hewan praktek mandiri.
“Peran dokter hewan sangat sentral dalam keberhasilan program ini,” ujarnya, Senin (13/4/2017).
Ketut Diarmita menambahkan dokter ghewan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ternak terkait layanan teknis reproduksi, penanganan teknis inseminasi buatan hingga pengobatan pada penyakit gangguan reproduksi. Selain soal gangguan reprosuksi, kata dia, persoalan lain dalam meningkatkan produksi sapi adalah rendahnya kualitas pakan.
“Lewat program ini akan kita perbaiki kualitas pakan sapi indukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Dirjen mengajak para praktisi dokter hewan untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka mencapai target swasembda sapi lewat peningkatan populasi sapi di tanah air mengingat kebutuhan konsumsi daging dari tahun ke tahun makin meningkat. “Saya berharap dokter hewan yang tergabung dalam Amervi bisa mensukseskan prorgam Upsus Siwab ini,” terangnya.
Sementara Ketua Amervi Agung Budiyanto menyambut baik program pemerintah untuk mendorong populasi sapi lewat penaganan gangguan reproduksi sapi betina indukan.
Menurutnya penyakit gangguan reproduksi masih menjadi kendala terbesar dalam peningkatan produksi populasi sapi di tanah air.
“Yang memiliki kemampuan dan kewenagan dalam pengonatan gangguan reproduksi itu ada di tangan dokter hewan,” tandasnya.
Agung menjelaskan sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi kecil kemungkingan akan bunting. Oleh karena itu, peran dan tugas dokter hewan di lapangan sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam melakukan diagnosa, pengobatan dan evaluasi tingkat kesehatan reproduksi sapi.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini menyebutkan sekitar 5-10% populasi sapi di Indonesia saat ini mengalami gangguan reproduksi.
“Kita perkirakan sekitar 5-10 persen dari total populasi sapi kita saat ini mengalami gangguan reproduksi,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.