Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
puluhan hektare lahan sawah kebanjiran akibat tertutupnya aliran air kali Opak. (Harian Jogja/Endro Guntoro)
Polda DIY menyiapkan program pembuatan tanggul untuk menahan aliran sungai.
Harianjogja.com, SLEMAN – Markas Komando Direktorat Polair (Ditpolair) Polda DIY tidak akan dipindah dari lokasi semula di Dusun Depok, Parangtritis, Bantul, meski kondisi bangunan Mako mengalami kerusakan pada akhir tahun lalu karena tergerus aliran sungai opak.
Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan program pembuatan turap atau tanggul untuk menahan aliran sungai di lokasi tersebut.
"Tetap disana, tidak dipindah. Nanti akan dibuatkan tanggul untuk menahan aliran air sungai, setelah itu baru akan dibangun lagi," katanya, Jumat (24/2/2017).
Dikatakannya keberadaan tanggul tersebut sudah cukup untuk menahan aliran air sungai yang sewaktu-waktu mengalami peningkatan debit. Seperti yang terjadi pada akhir tahun lalu tepatnya di akhir November, saat intensitas hujan tinggi, aliran Sungi Opak dibelakang Mako Ditpolair meningkat. Kondisi tersebut membuat bagian belakang mako sedikit demi sedikit tergerus air sungai.
Pada saat kejadian, debit air sungai meningkat hingga ketinggian mencapai tiga meter lebih dari kondisi normal. Akibatnya kondisi tebing sungai yang setinggi lima meter perlahan tergerus dan ambrol. Berdasarkan data yang dimiliki Ditpolair tercatat kurang lebih sepanjang 25 meter tebing runtuh termasuk pada bagian belakang Mako Ditpolair.
Kapolda menambahkan, dari perencanaan yang telah disusun tidak ada perubahan pada desain bangunan Mako. "Tidak berubah, bangunannya tetap. Tahun ini rencana akan lelang. Setelah dibuatkan sudetan dan tidak banjir lagi baru akan diurug dan dibangun," ujar dia.
Sementara dampak yang terjadi pada bangunan Mako Ditpolair tersebut dikarenakan adanya pembelokan aliran air Sungai Opak, dengan demikian kondisi tersebut membuah debit menjadi kencang dan tanah mudah tergerus. Pembelokan juga diakibatkan oleh adanya pendangkalan di muara sungai sehingga keberadaan delta di muara sungai menjadi penahan aliran sehingga terjadi pembelokan. Dengan melihat kondisi tersebut, normalisasi ujung sungai harus dilakukan untuk mengembalikan arah aliran sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.