Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Pilkada Jogja diwarnai pelaporan dugaan pelanggaran netralitas ASN
Harianjogja.com, JOGJA-Relawan Imam Priyono-Acmad Fadli melaporkan enam orang staf protokoler dan humas Pemerintah Kota Jogja ke Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja. Keenam orang yang dilaporkan itu foto bersama dengan mengenakan kaos bertuliskan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi.
"Bagi kami ini bentuk pelanggaran kode etik kepegawaian menggunakan seragam nomor 2 dan mengacungkan jari dua," kata Relawan Imam-Fadli, Chaniago Iseda, saat melapor di Panwas Kota Jogja, Senin (27/2/2017) siang.
Chaniago mengaku memperoleh foto itu dari seorang saksi Imam-Fadli. Menurutnya, foto itu diambil di Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/2/2017) pekan lalu. Ia tidak tahu pasti maksud dari foto bersama dengan seragam paslon nomor 2. Dari ekspresi dalam foto itu, ia menduga sedang merakayakan kemenangan.
Padahal, kata dia, sampai kemarin belum ada keputusan tetap pemenang pilwalkot karena tim Imam-Fadli masih mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, tindakan protokol dan humas pemkot itu sudah tidak menghormati tahapan pilwalkot.
Pihaknya juga akan melaporkan hal yang sama ke Penjabat Wali Kota Jogja, Sulistiyo dan Inspektorat Kota Jogja, dan kepolisian. "Aturan soal ASN sangat jelas dan tegas, saya serahkan ke penegak hukum untuk memprosesnya," ujar Chaniago.
Dalam foto yang ditujukan Chaniago, terlihat enam pegawai Pemkot Jogja tengah duduk santai di depan sebuah rumah, beberapa di antaranya mengacungkan jari dua.
Mereka yang ada dalam foto tersebut adalah Kepala Sub Bagian Sekretaris Pribadi Walikota Jogja Edy Sugiarto (PNS); Sespri, Dwi Wahyu (PNS), Sespri, Eko Baskoro (PNS), Trian dan Hanang keduanya tenaga teknis Humas Pemkot; dan sopir Wali Kota Jogja, Sigit Aji (Tenaga Pembantu).
Edy Sugiarto saat dimintai konfirmasi terkait foto tersebut membenarkan. Ia mengatakan foto itu diambil Sabtu pekan lalu atau setelah proses pilwalkot selesai dalam acara touring ke Ambarawa. Alasan menggunakan kaos itu karena biar seragam. "Kami nyari kaos yang sama," katanya.
Ia juga menyatakan foto itu sebagai konsumsi pribadi dan hanya tersebar di grup internal sespri. Edy tidak tahu foto itu bisa tersebar ke luar grup media sosial. Ia mengaku tidak ada niatan untuk mengkampanyekan salah satu paslon. Namun demikian, pihaknya siap dimintai keterangan oleh Panwas dan Inspektorat.
Anggota Panwas Kota Jogja, Divisi Penindakan Pelanggaran Pilkeska Hiranurvika menyatakan lembaganya belum bisa menyimpulkan dari laporan tersebut karena butuh proses. Pihaknya masih akan mengkaji dan mendalaminya.
"Tahap selanjutnya kami akan panggil terlapor untuk dimintai klarifikasi," kata Pilkeska. Menurut dia bukti foto dan keteranga pelapor masih perlu diklarifikasi dengan sejumlah pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Dinkes Sleman mencatat 112 kasus leptospirosis dan dua kematian hingga September 2026, serta 80 kasus suspek dengan dua kematian.
iFixit membongkar iPhone Duo dan menemukan dugaan penyebab layar retak. Ponsel lipat Apple ini mendapat skor reparabilitas 5/10.
Veda Ega Pratama kecewa setelah Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Ia kini mengalihkan fokus ke GP Malaysia.
SUV hybrid ini juga dibekali fitur penyuplai listrik untuk perangkat eksternal dan diklaim berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan satu tang