PERTUMBUHAN EKONOMI : Atasi Lonjakan Harga dengan Perdagangan Antar Wilayah

Kamis, 02 Maret 2017 08:20 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI : Atasi Lonjakan Harga dengan Perdagangan Antar Wilayah

Pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Sut, menjual cabai merah keriting dan cabai rawit yang kini harganya naik Rp5.000 per kg, Jumat (4/3/2016).(Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Pertumbuhan ekonomi, tarif rumah sakit mengalami kenaikan

Harianjogja.com, JOGJA -- Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY berupa menekan harga pasar yang dapat memicu inflasi.

Baca Juga :http://m.solopos.com/2017/03/01/pertumbuhan-ekonomi-tarif-rumah-sakit-naik-picu-inflasi-797684"> PERTUMBUHAN EKONOMI : Tarif Rumah Sakit Naik Picu Inflasi

Anggota TPID DIY Sri Fitriani mengatakan tim terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga yang mengalami kenaikan.

"DIY bukan daerah sentra penghasil bawang merah. Mahalnya komoditas ini akibat pergantian musim, turut memengaruhi tata niaganya. Sedangkan untuk cabai rawit kami mencoba mendekatkan dengan sumber-sumber produksi," ujar Fitria, Rabu (1/3/2017)

Fitria menjelaskan TPID mencoba mengupayakan perdagangan antar wilayah untuk memenuhi kebutuhan akan komoditas cabai rawit. Di mulai dari perdagangan antar kabupaten. Salah satunya dengan mencari tahu apakah komoditas cabai rawit yang dikembangkan di Sleman dapat menyuplai kebutuhan cabai di Kota Jogja atau tidak.

"Kami sedang mencari tahu caranya. Jika bisa disuplai [cabai rawit] dari Sleman, maka tidak perlu lagi mengambil dari Muntilan. Akan kami coba seperti itu," jelas Fitria.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online