Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Semua Wilayah DIY Hujan Ringan
Prakiraan cuaca DIY Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima wilayah. Simak rincian suhu dan kelembapan setiap daerah.
Ilustrasi pembacokan (inform.kz)
Klithih Jogja jembali terjadi melibatkan pelajar sebagai pelakunya
Harianjogja.com, JOGJA- Aksi geng pelajar di Kota Jogja kembali meresahkan masyarakat. Polresta Jogja menangkap dua anggota geng pelajar salahsatu sekolah swasta di Kota Jogja, Jumat (3/3/2017). Mereka sempat membuang barangbukti celurit yang dipakai di sebuah pemakaman untuk menghilangkan jejak.
Mereka ditangkap setelah melakukan pembacokan terhadap dua korban di kawasan Jembatan Winong, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Kamis (2/3/2017) sore. Aksi kriminal itu melibatkan dua anggota geng sesama pelajar yang kini ditetapkan sebagai buron oleh kepolisian.
Kedua tersangka adalah DY, 16, dan RN, 16 yang tercatat sebagai siswa kelas X sebuah SMA swasta di Kota Jogja. Dalam tindak kriminal itu DY yang bertindak sebagai eksekutor dengan sadis membacok dua korban Yoga yang juga pelajar dari sekolah lain. Di tempat berbeda gerombolan tersangka ini kembali membacok pengguna jalan.
DY dan RN ditemani dua pelajar lainnya yang semuanya berasal dari satu sekolah. Di siang bolong, komplotan ini membawa celurit di sepanjang perjalanan dengan maksud untuk mencari pelajar dari sekolah lain.
Setibanya di kawasan jembatan Winongo, Kotagede, gerombolan tersangka bertemu dengan korban Yoga dan teman-temannya yang juga pelajar berbeda sekolah. Gerombolan tersangka menanyakan asal sekolah korban, namun karena para pelaku membawa sajam, korban dan teman-temannya kabur.
Korban yang terpisah dengan temannya, ditendang oleh tersangka hingga motor terjatuh. Tersangka DY membacok korban Yoga hingga bersimbah darah kemudian kabur meninggalkannya. Setibanya di Jalan Ngeksigondo, komplotan geng ini kembali berbuat onar dengan membacok bernama Alif hingga menderita luka bacok di bagian wajah.
"Kami minta dua pelaku lain untuk segera menyerahkan diri, sebelum kami tangkap karena kami akan kejar mereka," tegas Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono, di Mapolresta Jogja, Jumat (3/3/2017).
Tommy menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu akan tetap melanjutkan perkara itu sesuai prosedur hukum. Kedua tersangka yang ditangkap masih kelas X SMA, begitu juga dengan dua pelaku lain yang kini masih buron juga berasal dari sekolah yang sama.
Oleh karena itu, petugas tidak segan untuk menangkap dan memborgol mereka jika tidak segera menyerahkan diri. "Dua pelaku lain [buron], yang satu dia ikut membacok dan satunya lagi joki motor," ungkap dia.
Berselang sekitar tujuh jam setelah kejadian, kedua pelaku ditangkap secara terpisah. Tersangka RN ditangkap di rumahnya sekitar pukul 20.30 WIB. Sedangkan DY ditangkap tiga jam setelahnya di sebuah tempat persembunyian. Adapun senjata tajam sengaja dibuang di sebuah pemakaman Prawirotaman, Mergangsan, Kota Jogja untuk menghilangkan jejak. Beruntung petugas menemukannya dan dijadikan sebagai barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima wilayah. Simak rincian suhu dan kelembapan setiap daerah.
Tiongkok mengusulkan aturan keselamatan baru untuk layar, kursi canggih, dan fitur mobil. Persyaratan tambahan direncanakan mulai 2027.
Simak cara menghitung dana darurat ideal untuk lajang, pasangan menikah, dan keluarga, beserta pilihan tempat penyimpanan serta tips mengumpulkannya.
Persib Bandung menempati peringkat ke-22 daftar poin klub Asia AFC dengan 6.000 poin setelah menang atas FC Seoul dan The Cong-Viettel FC.
Kimi Antonelli memenangi F1 GP Amerika Serikat 2026 dan memimpin klasemen dengan 365 poin. Ia tinggal membutuhkan dua poin untuk mengunci gelar.
Pemerintah menyiapkan bantuan beras 30 kg untuk Oktober–Desember 2026. Simak cara cek bansos melalui situs resmi Kemensos dengan NIK KTP.