INFRASTRUKTUR BANTUL : Rp37 Miliar untuk 23 Paket Pengerjaan Jalan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Sabtu, 11 Maret 2017 14:20 WIB
INFRASTRUKTUR BANTUL : Rp37 Miliar untuk 23 Paket Pengerjaan Jalan

Bisnis/Nurul Hidayat KEBUTUHAN ANGGARAN Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Cijago di kawasan Cimanggis, Jawa Barat, Kamis (2/1). Kementerian Keuangan memastikan tahun depan akan tetap mencari utang luar negeri maupun domestik, untuk memenuhi kebutuhan anggaran. Tahun ini saja pemerintah sudah menambah utang baru senilai Rp 232,7 triliun, kebijakan ini diambil ubtuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp 224,2 triliun atau 2,38 persen dari Produk Domestik Bruto

Infrastruktur Bantul berupa pemeliharaan jalan tahun ini.

Harianjogja.com, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kerjakan 23 paket pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan, pada 2017. Total proyek tersebut menggunakan anggaran Rp37 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman Kumuh (DPUPKP) Kabupaten Bantul Yudo Wibowo menerangkan, dari 23 proyek tadi, proyek Jalan Celep yang berada di perbatasan Kretek dan Sanden menelan dana paling besar, yaitu Rp7 miliar. Sedangkan yang lainnya, berada di bawah jumlah tersebut.

Saat ditemui pada Jumat (10/3/2017), Yudo mengungkapkan, tahapan pembangunan sejumlah jalan kabupaten tersebut masih dalam proses perencanaan ulang di DPUPKP Bantul. Perencanaan ulang dilakukan karena banyaknya usulan dari DPUPKP yang mendapatkan revisi oleh pemerintah pusat.

"Ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK), jadi ada persyaratan khusus. Waktu pembahasan itu banyak usulan kami yang dicoret oleh pusat, sehingga yang sudah ada perencanaannya menjadi hilang," ujar dia.

Ia menjelaskan, ada beberapa persyaratan pembangunan yang bersumber dari anggaran DAK. Misalnya, jalan harus menghubungkan dengan jalan provinsi atau jalan nasional. Selain itu, jalan yang dibangun tersebut harus menghubungkan dengan pusat-pusat kegiatan wisata.

Ketika ditanyai soal jadwal lelang, ia menyatakan, dengan adanya perencanaan ulang, maka diperkirakan, proses lelang baru bisa dapat dilaksanaan pada April. Proses lelang akan dilakukan oleh ULP (Unit Layanan Pengadaan) Kabupaten Bantul.

Sementara itu Kepala DPUPKP Bobot Ariffi`Aidin menjelaskan, pada 2017 ada 200 paket pekerjaan yang menjadi tugas DPUPKP. Terdiri dari peningkatan dan pemeliharaan jalan, pembangunan gedung pemerintah, beberapa gedung kecamatan. Di antara pekerjaan-pekerjaan tadi, peningkatan dan pemeliharaan jalan masuk menjadi alokasi terbesar tahun ini.

"Pekerjaan 2016 lalu sudah diselesaikan, tidak ada pekerjaan rumah lagi," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis