WISATA BANTUL : Pemberdayaan Masyarakat Rahasia Mangunan Kian Populer
Rumah Hobbit di Mangunan, Bantul (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Bantul, Mangunaan kian diminati wisatawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Paska-menjalin kesepakatan tertulis dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, kawasan wisata Mangunan, Kecamatan Dlingo kini memiliki kewajiban menyetorkan pendapatannya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=800736">WISATA BANTUL : Mangunan Sumbang PAD DIY Rp116 Juta Lebih.
Mulai dirintis sejak pertengahan 2016 lalu, kawasan tersebut kini sudah mulai banyak mendatangkan pengunjung. Beberapa ornamen tematik seperti Rumah Kukusan, Rumah Hobbit, dan beberapa aksesori bertema fantasi.
"Itulah sebabnya, kami memberikan tema kawasan itu adalah Seribu Kayu di Negeri Dongeng. Karena semua ornamen kami buat dari ranting kayu. Rencananya, kawasan ini akan kami launching April mendatang," ucap Ketua Koperasi Notowono Purwoharsono, Sabtu (11/3/2017).
Ipung, sapaan akrabnya, menjelaskan, sejak awal pihaknya memang mengembangkan kawasan tersebut secara swadaya dengan melibatkan peran serta masyarakat secara penuh. Itulah sebabnya, diperlukan proses yang cukup panjang untuk mengembangkan kawasan tersebut.
"Kalau yang Hutan Pinus sudah berkembang lebih dulu. Kami sekarang fokus mengembangkan titik yang lain," tambahnya.
Terpisah, Aris Purwanto, salah satu warga sekaligus pengelola Bukit Seribu Batu mengakui, objek wisata yang dikhususkannya sebagai objek wisata keluarga dan anak-anak itu merupakan buah jerih payah warga. Memberdayakan warga bekas penyadap getah karet yang tak lagi dimanfaatkan oleh pengelola RPH Mangunan, ia mencoba mengembangkan kawasan itu.
"Dengan biaya sendiri tentunya. Kalau ditotal, sejauh ini sudah habis lebih dari Rp60 juta. Warga kerja Bhakti membersihkan wilayah ini sama sekali tidak digaji lo," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share