JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
RSUD Wates masih membutuhkan Rp300 Miliar untuk pengembangan pembangunan
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pengembangan fasilitas fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates telah dilakukan secara bertahap sejak 2015 lalu. Juni 2019, pembangunan ditarget selesai.
Baca Juga :http://m.solopos.com/2017/02/27/rsud-wates-siapkan-layanan-bertaraf-internasional-796914"> RSUD Wates Siapkan Layanan Bertaraf Internasional
Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati mengatakan, upaya pengembangan dimulai dengan penyusunan master plan di tahun 2015. Pada tahun yang sama, pembangunan tahap pertama dilakukan dengan dengan anggaran mencapai Rp30,3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas foodcourt, auditorium, dan struktur bangunan medic center hingga lantai dua.
Tahun 2016, jalan lingkar di sebelah timur dan selatan kawasan RSUD Wates diperlebar untuk memperlancar mobilitas pengunjung dan pasien. Nilai proyeknya mencapai Rp1,7 miliar. Proses pengembangan juga dilanjutkan melalui pembangunan bangsal kelas VIP dengan anggaran sebesar Rp3,6 miliar.
“Tahun 2016 bangsal VIP dengan 10 ruangan selesai dibangun dan siap beroperasi Mei atau Juni ini,” kata Lies, Selasa (28/3/017).
Lies lalu mengungkapkan, kelanjutan pembangunan struktur medic center yang didesain memiliki empat lantai bakal digarap tahun ini. Penyelesaian pembangunan gedung tersebut maupun fasilitas pendukung lain kemudian diupayakan tercapai dalam 1,5 tahun mendatang. Lies berharap seluruh pekerjaan pembangunan dapat tuntas pada Juni 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.