Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
RSUD Wates masih membutuhkan Rp300 Miliar untuk pengembangan pembangunan
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pengembangan fasilitas fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates telah dilakukan secara bertahap sejak 2015 lalu. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2019 itu disebut masih membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=805430">RSUD Wates Ditarget Selesai 2019
Soal anggaran, Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati mengaku masih membutuhkan sekitar Rp300 miliar. Pihaknya akan mendapatkan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan dalam beberapa tahun.
“Jadi skemanya pembangunan gedung masih butuh Rp270 miliar, sedangkan Rp30 miliar itu untuk peralatan kesehatan, interior, dan lainnya,” ujar Lies, Selasa (28/3/2017).
Sebelumnya, Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono mengatakan RSUD Wates diproyeksikan menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Menurutnya, banyak persiapan yang perlu dilakukan Kulonprogo seiring adanya pembangunan bandara baru di Temon, termasuk peningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Budi menyatakan kualitas pelayanan RSUD Wates mesti ditingkatkan secara bertahap. Hal itu mencakup pengembangan sarana prasana fisik, pengadaan alat kesehatan yang lebih canggih, hingga memperkuat tim medis dengan menambah dokter spesialis.
“Utamakan mutu dan kepuasan pasien. Masyarakat jelas menuntut pelayanan prima,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.