SENI JOGJA : Malam Ini Wayang Topeng Dimulai

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Senin, 03 April 2017 09:40 WIB
SENI JOGJA : Malam Ini Wayang Topeng Dimulai

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Seniman wayang topeng dari kelompok kesenian "Panji Budaya" bersiap untuk melakukan pertunjukan dalam petas Gelar Seni Sepanjang Tahun di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) di jalan Sriwedari, Yogyakarta, Minggu (29/03/2015). Wayang Toperng Panji Budaya asal Dusun Danggolo, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul dalam pementasan berdurasi satu setengah jam itu membawakan lakon Lamaran Dewi Sekartaji, kesenian ini mati suri sejak 32 tahun silam dan bangkit kembali pada tahun 2014, pementas

Kesenian topeng merupakan satu bentuk ekspresi seni paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai pengembangan kesenian dan budaya daerah, Dinas Kebudayaan DIY bakal menggelar Gelar Wayang Topeng 2017.

Acara ini bakal dilaksanakan pada Senin (3/4/2017) dan Selasa (4/4/2017) di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Festival ini bakal dimeriahkan penampilan kesenian wayang topeng dari Malang, Madura, Lamandau (Kalimantan tengah), Bali, Indramayu dan Jogja sebagai tuan rumah.

Pada hari pertama, Senin malam ini mulai pukul 18.30 WIB, akan tampil Topeng Saujana dari Magelang disusul kontingen Jogja yang siap menghadirkan Megananda Jurit. Mengakhiri pementasan di hari pertama akan dihadirkan Trijatha Kasemsem dari Madura serta Telek-Jauk dari Bali.

Untuk penampilan hari kedua, Selasa besok, akan dihadirkan kesenian dari Malang, Jawa Timur, berjudul Asmaradana disusul dengan Topeng Dermayon asal Indramayu serta penampilan tim Lamandau yang siap menyuguhkan karya Malap Merindu.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono meuturkan kesenian topeng merupakan satu bentuk ekspresi seni paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat, kesenian topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur.

“Melalui pergelaran wayang topeng ini, Disbud mengangkat topeng sebagai sebuah karya tari yang mempunyai keunikan dan ciri khas masing-masing daerah. Eksistensi kesenian tradisi topeng perlu di picu dan diberi ruang serta dipromosikan sebagai kekayaan budaya,” ungkapnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (3/4/2017).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online