Sawi Diserang Hama, Petani Gunungkidul Terancam Gagal Panen
Buruh tani memanen sawi di area persawahan Badas, Kediri, Jawa Timur, Senin (25/5/2015). Panen sawi yang melimpah membuat harga produk hasil pertanian Kediri itu di tingkat petani turun dari semula Rp3.500 menjadi Rp2.000 per kg. (JIBI/Solopos/AntaraPrasetia Fauzani)
Sejumlah petani sawi di Dusun Wareng, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari terancam gagal panen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL —Sejumlah petani sawi di Dusun Wareng, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari terancam gagal panen lantaran sejumlah tanamannya diserang hama. Petani kini melakukan antisipasi dengan rutin menyemprotkan pentisida pada tanaman.
Petani sawi asal Dusun Wareng, Yono mengatakan serangan hama berupa serangga kecil itu menyerang tanaman sawi miliknya yang baru berumur satu pekan. “Hamanya mirip seperti pinjal, menyerang daun hingga menyebabkan berlubang lalu kering,” katanya, Senin (24/4/2017).
Sebelumnya menurut Yono, tanaman sawi miliknya itu baik-baik saja. Namun beberapa hari terakhir ini, sejumlah tanamannya itu diserang hama. Dia menduga hama itu muncul karena adanya musim pancaroba.
“Karana ada sebagian yang terserang hama dan sudah tidak terselamatkan lagi, jadi saya ganti dengan bibit yang baru. Dan kebetulan juga ini memang baru berumur satu minggu,” ungkapnya.
Selain faktor hama, dia menduga sejumlah tanaman sawi miliknya jadi cepat mati lantaran kekurangan air. Pasalnya, kata Yono selama beberapa hari terakhir intensitas hujan jauh berkurang. “Sekarang antisipasinya supaya tidak mati ya disemprot pestisida,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share