JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO
KEMACETAN DI LIBUR PANJANG -- Seorang polisi berkoordinasi saat terjadi kemacetan di jalan Malioboro, saat jalan tersebut digunakan untuk acara parede, Sabtu (7/4). Libur panjang Paskah dimanfaatkan wisatawan domestik untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di Jogja, simpul kemacetan juga terjadi di jalan Mataram, jalan Mangkubumi.
Wisata Bantul untuk Watu Goyang sudah empat bulan dibuka
Harianjogja.com, BANTUL -- Dibuka sebagai objek wisata selama kurang lebih empat bulan, pendapatan Watu Goyang masih minim. Padahal, modal awal yang telah dikeluarkan oleh pengelola mencapai Rp164 juta. Dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat Dusun Cempluk, Mangunan.
Ketua Pengelola Desa Wisata Cempluk, Suhardi mengatakan sejak dibuka pada 31 Desember 2016 dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2017, dana yang dikeluarkan pengelola sudah mencapai Rp50 juta. Sehingga secara keseluruhan, pengelola sudah berinvestasi sebesar Rp214 juta. Namun hingga hampir empat bulan beroperasi, pemasukan yang didapat baru mencapai Rp10 juta saja. Pemasukan tersebut didapat dari parkir, dana sukarela MCK, dan warung.
"Untuk warung kami bagi hasil, 50-50 dengan pemilik warung," kata dia pada Harian Jogja, Selasa (25/4/2017).
Suhardi mengatakan selama ini rata-rata penghasilan selama hari biasa hanya sebesar Rp500 ribu, sedangkan di hari libur baru mencapai Rp1 juta. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan objek wisata lain seperti Pinus Sari dan Seribu Batu yang letaknya dekat dengan Watu Goyang.
Mengatasi permasalahan tersebut, pihak pengelola sudah merencanakan penambahan beberapa fasilitas baru agar lebih atraktif. Menurut Suhardi, menyambut libur lebaran kali ini pengelola akan menyelesaikan pembangunan spot foto "Jembatan Tebing" yang terbuat dari jalinan kayu, membangun MCK sebanyak dua unit di bagian atas, menambah warung, dan memaksimalkan pendopo berukuran 10 meter x 10 meter yang sudah ada.
Selain itu, terkait dengan akses jalan masuk yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat, pengelola sudah membuka jalan baru sepanjang 750 meter yang lebih landai. Hal tersebut dikarenakan selama ini bis berukuran besar dengan kapasitas 60 orang tidak bisa naik ke tempat parkir karena terlalu curam.
Menurut Suhadi, pihaknya telah mengajukan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum Bantul untuk pengerasan jalan baru tersebut pada Desember 2016. Proposal tersebut sudah ditindaklanjuti dengan peninjauan. Menurutnya, Pemkab menjanjikan pengerasan jalan tersebut akan dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran 2018. "Kami ajukan corblok tapi nanti manut [terserah] Pemkab akan memberi aspal atau corblok," kata dia.
Salah satu wisatawan yang berkunjung, Ismi mengatakan jalan masuk yang curam memang menjadi hambatan tersendiri bagi pengunjung. Apalagi jika pengunjung tersebut tidak terbiasa dengan tanjakan dan turunan yang cukup licin karena hanya disusun dari bebatuan saja. Menurutnya, jalan baru yang lebih landai memang harus segera direalisasikan karena dapat berpengaruh pada kunjungan wisatawan. "Saya lewat bola-bali [berkali-kali] tapi takut mampir, jalan masuknya curam banget. Ya baru sekarang ini karena barengan," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: