BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Ilustrasi aktivitas ekspor di pelabuhan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Ekspor Indonesia perlu diwaspadai dengan adanya trade remedy.
?Harianjogja.com, JOGJA - Direktur Pengaman Perdagangan (DPP) Kementerian Perdagangan mengakhiri kegiatan Goes to Campus di UGM, Kamis (27/4/2017). Kegiatan pamungkas itu pun akhirnya menguak sebuah persoalan yang menjadi ancaman serius bagi ekspor Indonesia. Ancaman itu adalah tren penggunaan instrumen trade remedies secara signifikan. Padahal dalam beberapa waktu belakangan, terjadi kenaikan tren penggunaan instrumen trade remedies secara signifikan dalam perdagangan internasional.
Direktur Pengamanan Perdagangan (DPP) Kementerian Perdagangan Pradnyawati menyebut tren ini sebagai kondisi yang dapat menempatkan ekspor Indonesia dalam posisi bahaya.
"Ekspor Indonesia sedang dalam bahaya. Kita harus mewaspadai peningkatan tren penggunaan trade remedy," ujarnya dalam acara DPP Goes to Campus, Kamis (27/4/2017) di University Club UGM.
Dia menjelaskan prinsip trade remedy sebagai alat kebijakan perdagangan. Prinsip itu memungkinkan pemerintah untuk mengambil tindakan eksepsi terhadap prinsip dasar WTO dengan menjalankan tindakan perbaikan terhadap impor yang menyebabkan kerugian material pada industri domestik.
Tindakan pengamanan perdagangan semacam ini, lanjutnya, dilakukan oleh pemerintah negara tujuan ekspor jika dirasakan adanya lonjakan impor barang sejenis atau barang yang langsung merupakan saingan hasil industri dalam negerinya.
Kebijakan semacam ini, ujar Pradnya, merupakan tindakan yang diperbolehkan untuk melindungi industri dalam negeri. Kendati demikian, ia menyayangkan ekspor Indonesia pun tidak luput dari dampak penggunaan instrumen perdagangan yang diberlakukan oleh negara mitra dagang.
“Banyak perusahaan dan produk unggulan Indonesia sebelumnya telah dirugikan oleh aturan-aturan seperti ini,” ujarnya.
Untuk itu, Pradnya menjelaskan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk membantu semua perusahaan eksportir Indonesia yang akan dikenakan tindakan pengamanan perdagangan, salah satunya dengan memberikan advokasi secara optimal serta bersama perusahaan membawa kasus ke lembaga banding di negara penuduh atau membawa kasus ke lembaga sengketa di WTO apabila terjadi unfair proceeding.
Pradnya mengakui bahwa poin terakhir ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Perdagangan.
“Sejak tahun 1995 sampai 2017, DPP telah menangani 295 kasus dumping, subsidi, dan safeguard. Tapi lebih sedikit kasus yang kita menangkan daripada yang kita kalah. Di Indonesia kita memang masih kekurangan pengacara perdagangan yang kompeten serta spesialis dalam perdagangan internasional,” tutur Pradnya.
Karena itu, melalui kegiatan DPP Goes to Campus, ia berusaha membangkitkan minat mahasiswa UGM terhadap bidang perdagangan internasional dan mulai melirik bidang ini sebagai peluang strategis untuk mengembangkan karier sekaligus berkontribusi bagi kemajuan perekonomian nasional.
“Kami membutuhkan sumbangsih pemikiran dari kampus, dari para mahasiswa ini. Perlu bantuan dari segenap elemen bangsa supaya kita bisa tampil outstanding di tengah panggung dunia, terutama dalam ekspor,” kata Pradnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.