Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Teknisi komputer SMAN 1 Sleman, Ardian Purwonugroho, mengecek komputer yang akan digunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2015-2016 ini, Senin (2/11/2015). (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Ujian sekolah di DIY untuk tahun ajaran 2017-2018 menggunakan komputer
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY merencanakan pemberlakuan sistem computer based test (CBT) untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tahun akademik 2017/2018 mendatang.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=815600">Tahun Depan, Ujian Sekolah di DIY Berbasis Komputer
Langkah itu diambil karena sistem CBT dinilai lebih efektif dan praktis ketimbang ujian dengan soal naskah atau paper based test (PBT). Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji memandang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di semua SMP hingga SMA/SMK sukses dilakukan. Dengan pertimbangan itulah opsi USBN sekaligus dengan model CBT berani dilakukan.
Adapun perkara yang masih menjadi soal adalah pengadaan komputer sebagai sarana penunjang utama. Dalam hal ini Disdikpora akan semaksimal mungkin membantu penyediaan komputer di sekolah sehingga diharapkan masing-masing sekolah bisa melaksanakan secara mandiri. Namun apabila belum bisa terealisasi secara penuh opsi menggabung tetap kembali dilakukan dengan persiapan dan koordinasi yang lebih tertata. Apalagi berkaca dari pengalaman tahun ini koordinasi bisa berjalan baik meski masih banyak sekolah yang harus ujian menggabung sekolah lain.
Baskara Aji menilai opsi ujian dengan komputer jauh lebih efisien dibandingkan memakai naskah kertas.
"Evaluasi pelaksanaan UNBK itu lebih efisien, dari tenaga lebih efisien, kita enggak harus ngawal soal di percetakan, engggak perlu gudang soal. Juga semakin meringankan beban guru dan pengawas," jelas Baskara Aji, Senin (8/5/2017).
Sementara sejumlah sekolah juga sudah memiliki tekad kuat untuk melakukan pengadaan komputer. Harapannya tahun depan mereka tidak lagi ndompleng ujian di sekolah lain.
Kepala SMP Gotong Royong Jogja Amel Lita Tarigan beberapa waktu lalu juga menyatakan ingin menambah jumlah komputer sekolah sehingga tahun depan siswanya bisa ujian di sekolah sendiri. Pada tahun ini siswanya terpaksa harus ujian di SMA Negeri 2 Jogja karena sarana komputer masih kurang. Padahal peserta ujian dari sekolah ini tidak terlalu banyak, cuma 21 siswa saja.
Permasalahan berbeda dihadapi SMP Muhammadiyah Karangkajen. Sarana komputer di sekolah ini sudah hampir cukup untuk menyokong siswanya ujian. Hanya saja sekolah ini belum memiliki tempat laboratorium yang representatif untuk UNBK sehingga harus menumpang di SMK Muhammadiyah 1 Jogja.
"Tahun depan kami upayakan untuk penyempurnaan sarana laboratorium itu sehingga siswa kami bisa ujian di tempat sendiri," ujar Kepala SMP Muhammadiyah Karangkajen Sukarni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.