Ratusan Wisatawan Hilang Akibat Banjir Tibet-Nepal, Ini Daftarnya
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Aksi damai digelar di Tugu Jogja (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Aksi Damai di Jogja sempat mengalami kekacauan
Harianjogja.com, JOGJA -- Polisi menangkap enam orang dari sekelompok massa yang berusaha memprovokasi melakukan pembubaran terhadap massa aksi bertajuk merawat Pancasila untuk Indonesia (Merapi) di Simpang Empat Tugu Jogja, Rabu (10/5/2017) malam. Belum diketahui identitas keenam orang yang langsung diangkut menggunakan truk menuju ke Polresta Jogja itu.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/10/sempat-ricuh-aksi-damai-di-jogja-tetap-jalan-terus-816034">Sempat Ricuh, Aksi Damai di Jogja Tetap Jalan Terus
"Langsung dibawa ke Reskrim," ucap Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono saat memerintahkan anggotanya setelah mengamankan pihak yang dinilai memprovokasi.
Peristiwa itu sendiri diawali dengan massa yang jumlahnya mencapai ratusan menggelar aksi bertajuk merawat Pancasila untuk Indonesia (Merapi) di Tugu. Mereka menyalakan lilin dan menyanyikan lagu kebangsaan sekitar pukul 19.00 WIB. Akantetapi, aksi damai yang baru berjalan sekitar 20 menit, tiba-tiba didatangi sekelompok massa berbeda dari arah barat tepatnya di Jalan Diponegoro. Belum sempat terjadi pembubaran, polisi berupaya mencegah. Saat itu polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali untuk menghalau agar massa dari kelompok berbeda yang dari barat segera membubarkan diri. Karena tindakannya dinilai provokatif, petugas pun menangkap enam orang dari kelompok massa tersebut. Sekitar pukul 19.45 WIB, keenamnya diangkut ke Mapolresta Jogja.
Massa aksi dari kelompok Merapi saat itu ada yang membubarkan diri, beberapa di antaranya meninggalkan kawasan Tugu Jogja, tetapi lebih banyak yang tetap bertahan di sekitar tugu secara berpencar layaknya wisatawan.
Meski demikian, ketegangan antara sekelompok orang dengan polisi di sekitar Tugu Jogja belum mereda. Polisi berupaya membubarkan seluruh massa yang berkumpul di sekitar Tugu. Baik massa aksi maupun massa dari kelompok berbeda.
Petugas kesulitan membedakan antara massa aksi, massa dari kelompok berbeda tersebut dan pengunjung kawasan Tugu. Selisih beberapa waktu, kembali terjadi ketegangan dengan polisi di depan Pasar Kranggan, ketika itu petugas berupaya menghalau sisa dari kelompok yang tidak setuju dengan adanya aksi Merapi.
Tommy Wibisono pun berteriak-teriak berjalan kesana kemari meminta agar masyarakat di sekitar Tugu segera bubar. "Bubar, bubar," ucapnya.
Meski demikian, perintah Tommy tak digubris masyarakat. Ada ratusan massa yang berkumpul di sisi selatan Tugu tepatnya di replika Tugu. Ratusan polisi baik berpakaian preman maupun seragam pun disiagakan di Tugu.
Sekitar pukul 21.00 WIB, ratusan orang yang berada di replika Tugu secara bersama-sama kembali meneruskan aksi dengan menyanyikan lagu kebangsaan.
Tommy mengatakan, ia tak pandang bulu dalam mengamankan Kota Jogja. Karena itu, enam orang dari sekelompok massa yang melakukan tindakan provokatif diamankan ke Mapolresta.
"Nanti kami akan tindaklanjuti, sementara diamankan dulu. Kami tidak main-main semua petugas kami terjunkan baik berpakaian dinas dan preman semua semua turun. Semoga Jogja tetap aman dan nyaman," tegasnya.
Akibat peristiwa itu lalu lintas menuju kawasan Tugu macet, petugas sempat mengalihkan arus dari Jalan Jenderal Soedirman sebelum Jembatan Gondolayu berbelok ke Kotabaru. Selain itu, arus dari Jalan AM. Sangaji sempat alihkan ke arah timur menuju Jalan Jenderal Soedirman. Selain itu, lalu lintas dari arah barat juga sempat diminta memutar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.