DPRD Gunungkidul Segera Bahas 3 Raperda Baru, Ini Daftarnya
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ilustrasi aktivitas pegawai KPU menyiapkan logistik pemilu (JIBI/Solopos/Dok.)
Pemilu 2019 masih lama, tetapi sejumlah partai mulai mempersiapkan diri.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hanura Gunungkidul melakukan koordinasi dan konsolidasi internal untuk menyambut Pemilu 2019. Target tinggi pun dicanangkan agar, pemilu ke depan dapat meraih lima kursi di DPRD.
Ketua DPC Hanura Gunungkidul Supar Sarwo Putro mengatakan, konsolidasi internal partai dilakukan pada Rabu (10/5/2017) kemarin di Mijahan, Semanu. Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Selain untuk mempererat tali persaudaraan antara pengurus maupun kader, acara itu juga sebagai persiapan menyambut pemilu 2019.
“Semua berjalan lancar. Untuk pemilu mendatang, kami menargetkan lima kursi di dewan,” kata Supar, Kamis (11/5/2017).
Menurut dia, untuk mencapai target itu, DPC Hanura telah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya dengan merekrut kader muda potensial untuk bergabung ke dalam partai.
“Kita sudah persiapkan dan kami akan mulai bergerak demi mencapai target tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.