JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo melakukan jemput bola pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA)
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo melakukan jemput bola pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Layanan tersebut menyasar anak-anak berusia di bawah lima tahun di wilayah Nanggulan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo, Djulistyo, Kamis (11/5/2017). Layanan jemput bola KIA dilakukan sejak awal Mei ini. “Sasaranya enam desa di Nanggulan,” kata Djulistyo.
Djulistyo memaparkan, KIA adalah hak setiap anak yang lahir di Indonesia dan berumur kurang dari 17 tahun. Dia menegaskan, hak itu tidak dikaitkan dengan latar belakang dan status sosial anak maupun orang tua, seperti apakah kedua orang tuanya sudah menikah atau tidak dan berbagai kondisi tertentu lainnya. Syarat utama pembuatannya hanya dua, yaitu sudah memiliki akta kelahiran dan tercantum dalam kartu keluarga.
Penerbitan KIA sudah berjalan sejak 2016 di Kulonprogo. Bentuk KIA dibagi dalam dua versi. Versi pertama diberikan untuk anak berusia 0-5 tahun yang tidak dilengkapi foto. Sedangkan KIA untuk anak berusia 5-17 tahun kurang satu hari akan menampilkan foto pemiliknya.
Djulistyo mengatakan, setiap anak yang lahir di Kulonprogo berhak mendapatkan tiga dokumen sekaligus yakni akta kelahiran, perubahan kartu keluarga, serta KIA.
Dia lalu berpendapat, animo masyarakat untuk mengurus pembuatan KIA sudah cukup baik. Dia pun berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat setelah dilakukan layanan jemput bola. “Pemohon KIA lumayan banyak. Jumlahnya bisa 100-150 orang per hari,” ujar Djulistyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor kripto Indonesia dinilai makin rasional dan tak lagi sekadar FOMO. Literasi blockchain dan strategi investasi mulai meningkat.
Menlu Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo tetap berkunjung ke Prancis saat Iduladha untuk memenuhi undangan Macron.
Penjualan tiket kereta KAI selama libur Iduladha 2026 menembus 911 ribu tiket. Yogyakarta hingga Bandung jadi tujuan favorit penumpang.
Seorang pria di Salatiga meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat membantu proses kelet sapi kurban di Masjid Darul Solikhin.
MUI menilai penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden sah secara syariat karena termasuk bantuan sosial untuk masyarakat.