Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Gerakan Nasional Gemar Membaca terus disosialisasikan (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Gemar Membaca terus disosialisasikan
Harianjogja.com, BANTUL -- Pemerintah kian optimistis dalam meningkatkan minat baca masyarakatnya. Sadar posisi minat baca Indonesia yang masih rendah, pemerintah, melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca, terus mengampanyekan pentingnya membaca buku kepada masyarakat.
Salah satunya adalah kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang digelar di Grhatama Pustaka, Bantul, Senin (15/5/2017). Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY itu, sejumlah narasumber yang berasal dari kalangan pustakawan, legislator, dan penulis buku itu, banyak bercerita mengenai pentingnya buku bagi peningkatan kualitas hidup manusia.
Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Supriyanto misalnya. Dirinya mengatakan, dengan membiasakan membaca, ia percaya bahwa masyarakat Indonesia akan mampu memiliki daya saing di tingkat internasional. “Minimal tingkat Asia Tenggara lah,” katanya.
Ia mencontohkan, banyaknya pekerja asal Indonesia yang menjadi korban kriminalisasi di luar negeri adalah bukti akan rendahnya minat baca itu. Ia yakin, jika para pekerja itu dibekali kualitas literasi yang baik, mereka akan jauh lebih berdaya di negeri tempat mereka bekerja.
Itulah sebabnya, ia berharap masyarakat Indonesia ke depannya bisa menjadikan membaca adalah tradisi dan kebiasaan. Ia percaya, masyarakat Indonesia bukannya tidak bisa membaca, melainkan hanya belum terbiasa membaca.
Hal itu dibenarkan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Sulistyo mengakui, kemajuan teknologi saat ini juga sangat mempengaruhi minat baca masyarakat. Saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dituturkannya bahwa perjuangan pemerintah dalam mengampanyekan gemar membaca buku itu memang mendapatkan persaingan sengit dari pragmatisme yang ditawarkan oleh media digital. “Terlebih, sejak dulu, masyarakat Indonesia ini dikenal sebagai masyarakat yang gemar menonton, bukan membaca,” cetusnya.
Sementara Komisi X DPR RI selaku pihak pencanang program tersebut yang kali ini diwakili oleh Anggota Komisi Esti Wijayanti menjelaskan, Komisi X sejatinya akan terus mendorong Perpusnas untuk menyusun program-program prioritas yang inovatif. Hal itu ditujukan untuk pengembangan perpustakaan serta pembudayaan kegemaran membaca. “Baik di tingkat pusat, maupun di daerah,” ucapnya.
Terkait penganggaran untuk perpustakaan, setiap tahun diakuinya terus meningkat. Jika di tahun 2015, angka anggaran untuk perpustakaan berkisar Rp473 miliar, di tahun 2016, anggaran itu meningkat menjadi Rp701 miliar lebih.
Meski begitu, bukan berarti langkahnya itu tanpa kendala. Beberapa di antaranya adalah apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan yang masih rendah, tidak meratanya distribusi buku, hingga masih rendahnya minat kaum cendekia untuk menulis.
Terpisah, penulis buku sekaligus pendiri Radio Buku Muhidin M Dahlan dalam pemaparannya menyebutkan terkait 17 poin penting terkait pentingnya membaca.
Ketujuhbelas poin itu lebih banyak menyoroti pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai tempat membaca. “Perpustakaan muncul sebagai ruang suci upacara membaca,” tuturnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu