Mahasiswa BEM Soloraya Demo DPRD Solo, Bawa 9 Tuntutan Krusial
BEM Soloraya gelar demo di DPRD Solo, sampaikan 9 tuntutan dari isu nasional hingga sampah Putri Cempo.
Kisah Inspiratif mengenai Siti Sudjarahwati yang konsisten menciptakan lagu anak.
Harianjogja.com, JOGJA -- Kecintaan dan rasa peduli yang begitu besar terhadap dunia anak-anak menjadikan Siti Sudjarahwati, bergerak membuat sebuah pembuktian. Bukti yang sekaligus menjadi baktinya pada negeri Indonesia yang kaya akan keindahan alam, budaya, juga kesenian yang tak pernah padam.
Siti membongkar kembali tumpukan catatan berkas di masa lalu. Dengan teliti ia memilih dan memilah catatan tua miliknya tersebut. Menyisir satu demi satu kata yang tertuang di kertas dengan jarinya yang lebih banyak terdapat keriput. Sesekali terdengar suaranya lirih melantunkan lirik, menyebut kata bendera, tanah pusaka, juga Indonesia.
Perempuan berusia 73 tahun tersebut mulai bercerita bagaimana awal mula ia membuat belasan karya yang berfokus di bidang seni suara. Kala itu ia masih terjun menjadi seorang pendidik di salah satu sekolah dasar di Sleman, DIY. Anak-anak didiknya menjadi objek pengamatannya waktu itu, dimana terlihat jelas pola perilaku anak yang kerap membuatnya berkali harus mengelus dada.
“Anak-anak senang dan sering sekali menyanyikan lagu-lagu milik orang dewasa. Waktu itu hati saya mengatakan ada yang perlu diperbaiki di sini,” kata Siti saat dijumpai di kediamannya di Condong Catur, Kamis (4/5/2017).
Siti merasa sangat prihatin dengan munculnya fenomena tersebut. Bukan tanpa alasan, selain semakin jauh dari lagu-lagu yang sesuai dengan usianya, ada perilaku yang menurutnya tak seharusnya dilakukan anak-anak. Misalnya, anak-anak seusia sekolah daar telah mengenal cinta dengan lawan jenis. Fenomena hubungan antar orang dewasa seperti adanya istilah pacaran juga merebak di lingkungan anak didiknya.
Menurut Siti, ada keterkaitan dalam berbagai hal tersebut yang dimulai dengan kebiasaan anak menyanyikan lagu-lagu dewasa tersebut. Tergugah Siti untuk membuat lirik lagu yang dibuat khusus untuk anak-anak usia sekolah. Besar harapan Siti dengan adanya lagu-lagu tersebut dapat mengubah perilaku anak-anak sekolah saat ini.
“Berkesenian itu menyampaikan pesan moral. Melalui karya seni itu anak-anak akan berimajinasi. Jangan sampai salah menyampaikan,” kata Siti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEM Soloraya gelar demo di DPRD Solo, sampaikan 9 tuntutan dari isu nasional hingga sampah Putri Cempo.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 14 Juni 2026, menunjukkan emas Antam naik ke Rp2,82 juta per gram, sedangkan UBS dan Galeri24 stabil.
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.
Harga pangan hari ini menurut PIHPS menunjukkan telur ayam Rp30.100/kg, bawang merah Rp55.450/kg, dan cabai rawit merah Rp74.550/kg.
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 14 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.