RAZIA BANTUL : 17 Kendaraan Terjaring Razia, Apa Masalahnya?

Arief Junianto
Arief Junianto Senin, 22 Mei 2017 21:22 WIB
RAZIA BANTUL : 17 Kendaraan Terjaring Razia, Apa Masalahnya?

Ilustrasi razia polisi (Dok/JIBI/Solopos)

Razia Bantul kali ini mengenai uji kelayakan angkutan.

Harianjogja.com, BANTUL -- Tak hanya angkutan barang, kelaikan kendaraan angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Bantul pun kian memprihatinkan.

Setelah berhasil menjaring 31 unit kendaraan angkutan umum baik angkutan barang maupun penumbang awal tahun lalu, kali ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gabungan dari Dinas Perhubungan DIY dan Bantul kembali menjaring 17 unit kendaraan. Dalam razia yang digelar di Jalan Srandakan, tepatnya di sisi timur Pasar Mangiran, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Senin (22/5/2017), kendaraan-kendaraan itu melanggar beberapa aturan terkait izin kir, izin trayek, hingga muatan yang melebihi tonase.

“Ada yang angkutan penumpang. Ada juga yang angkutan barang," jelas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Agus Jaka Sunarya di sela razia.

Memang, dalam razia yang juga melibatkan Polres Bantul, Satpol PP Bantul, serta koramil ini tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen setiap kendaraan yang melintas. Lebih dari itu, truk-truk bermuatan pasir yang setiap hari hilir-mudik di Jalan Srandakan pun diperiksa berat muatannya. Tak pelak, truk yang kedapatan melebihi tonase langsung ditindak. Menurut Jaka, belasan kendaraan ini melanggar Undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Nanti disidangkan di Pengadilan Negeri Bantul tanggal 2 Juni,” tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online