Kasus Kekerasan Hantam Pesantren, Santri Baru di Jawa Tengah Menyusut
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Pesawat Sriwijaya Air di Terminal B Bandara Adisutjipto saat akan lepas landas mengawali rute baru Jogja-Lampung, Rabu (22/3/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Adisutjipto akan menambah jam operasional layanan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Bandara Internasional Adisutjipto Jogja akan menambah jam operasional menjadi pukul 05.00 WIB sampai 00.00 WIB. Penambahan ini akan diberlakukan mulai 15 Juni mendatang dan direncanakan berlaku permanen.
Agus Pandu Purnama, GM Bandara Internasional Adisutjipto Jogja mengatakan jika penambahan ini dilatarbelakangi tinggi kebutuhan akan penerbangan di bandara ini beberapa waktu belakangan. Saat ini diperkirakan setidaknya ada lebih dari 20.000 penumpang di Bandara Adisutjipto setiap harinya, meningkat dari jumlah sebelumnya yakni 18.000 orang per hari.
“Instruksi dari Kementeriaan Perhubungan untuk menambah jam operasi, dulu hanya dari pukul 06.00 sampai 21.00 WIB maka kita tambah,”jelasnya, Selasa (30/5/2017).
Penambahan dilakukan bertepatan dengan jelang masa mudik Lebaran yang diperkirakan akan ramai penumpang. Meski demikian, penambahan waktu operasional hingga 4 jam ini akan diberlakukan permanen untuk seterusnya.
Tambahan Penerbangan
Pihak pengelola bandara juga telah mempersiapkan tambahan SDM seiring jam operasional yang baru ini dengan merekrut 116 personel. Pandu menjelaskan jika sebagian besar rekruitmen baru ini merupakan personil aviation security guna mengakomodir kenyamanan penumpang. Pandu berharap jika penambahan jam operasional ini juga diikuti dengan kesediaan maskapai untuk mengisi penerbangan di jam-jam tersebut.
Ia juga menegaskan jika tambahan jam akan berlaku permanen meski tambahan penerbangan tetap diserahkan ke maskapai masing-masing.
“Jangan sampai nambah jam tapi maskapi enggak,”ujar dia.
Disinggung mengenai keterbatasan kapasitan bandara, ia mengatakan pihaknya berupaya memberikan solusi dengan hanya menawarkan jam tambahan tersebut kepada pihak maskapai. Pembagian tersebut diharapkan bisa membuat penumpang yang ada di bandara tetap nyaman tanpa terganggu. Meski demikian, ia mengakui jika bandara yang dipimpinnya ini memiliki keterbatasan dalam kapasitas parkir, runway, serta terminal bagi penumpang.
Head Communication and Legal PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Liza Anindya menerangkan jika menghadapi padatnya angkutan udara Idul Fitri 1438 H, Bandara Adisutjipto bekerja sama dengan instansi terkait akan membuka posko terpadu angkutan udara selama hampir 4 pekan. Posko akan beroperasi mulai tanggal 15 Juni 2017 hingga 11 Juli 2017. Kerja sama tersebut antara lain melibatkan TNI AU, Airnav, Dinas Perhubungan, Basarnas, KKP, maskapai penerbangan dan sejumlah pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
KPK mengungkap kasus pemerasan izin tinggal WNA sejak 2022–2026. Wamen Silmy Karim dan sejumlah pejabat Imigrasi jadi tersangka.
Proyek PSEL Semarang Rp3 triliun diminati 85 investor. Sampah diolah jadi listrik, dorong ekonomi hijau dan investasi.
Kejagung terus menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus korupsi program MBG 2025–2026 di BGN. Tiga mantan pejabat telah jadi tersangka.
Guru Besar UI menegaskan pentingnya pengawasan berbasis risiko dalam penjualan obat di minimarket demi mencegah penyalahgunaan.
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus gratifikasi Rp3,43 miliar terkait sertifikat K3.