Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Penelitian mahasiswa kali ini diciptakan untuk tunanetra
Harianjogja.com, JOGJA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil membuat sebuah media edukasi belajar tentang astronomi bagi para siswa penyandang tunanetra. Oleh tim ini media edukasi yang diciptakan tersebut diberi nama Mentari, singkatan dari Mencerap Tata Surya dengan Gambar Tactile Buatan Sendiri.
Mentari diciptakan tiga mahasiswa UAD, yakni Ricka Tanzilla (Pendidikan Fisika), Putri Magfirotul Hasanah (Pendidikan Fisika) dan Titi Istinganah (jurusan Kesehatan Masyarakat.
Koordinator kelompok Ricka Tanzilla mengungkapkan, pembuatan Mentari berawal dari kepedulian terhadap siswa tunanetra yang membutuhkan sarana pembantu untuk mempelajari astronomi. Pasalnya belajar astronomi erat kaitannya dengan penggunaan visual untuk melihat gambar planet, matahari dan benda langit lainnya. Padahal siswa tunanetra memiliki keterbatasan di indra penglihatannya.
Maka, media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi hal tersebut tentu saja sarana yang bisa diraba berupa gambar timbul atau tactile. Gambar timbul itu juga dilengkapi informasi dalam bentuk tulisan braille. Adapun gambar tactile yang dibuat tiga mahasiswa ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan murah.
"Bahan untuk pembuatan gambar tactile kami modifikasi dari gambar tactile yang dibuat oleh Lina Canas, ilmuwan astronomi Portugal yang sekarang bekerja di International Astronomical Union (IAU)," ujarnya, Selasa (30/5/2017).
Ricka menjelaskan, metode pembelajaran yang digunakan dalam aktivitas ini berupa kerjasama antara siswa yang normal penglihatannya dan siswa tunanetra. Dalam istilahnya hal seperti itu sering disebut cooperative learning. Kedua siswa tersebut kemudian diberikan pembelajaran mengenai astronomi selanjutnya mereka membuat gambar tactile bersama-sama. SMA Muhahammadiyah 4 Jogja menjadi tempat pertama kali diujicobakannya media edukasi itu karena merupakan sekolah inklusi.
Pembelajaran juga berlangsung di kampus UAD Unit 2B, 6-7 Mei lalu.
"Pada tahap pertama ini siswa tunanetra yang kami libatkan berjumlah dua orang, dan siswa dengan penglihatan normal tiga orang. Kami berharap setelah pelatihan ini mereka dapat berpikir mandiri dan tidak menjadikan kekurangan mereka sebagai kelemahan, justru harus sebagai kekuatan untuk mandiri," harap Ricka.
Kemudian pada 24 Mei lalu, pembelajaran serupa juga dilakukan di Perpustakaan Kota Jogja. Kala itu pembelajaran melibatkan sejumlah siswa tunanetra dari Yaketunis Jogja.
Di momen itu siswa tunanetra bisa bekerjasama dengan siswa dengan penglihatan normal untuk membuat gambar tactile tentang Matahari, komet, Bumi dan Planet Saturnus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Hasil drawing Liga Champions 2026/2027 menghadirkan duel Real Madrid vs Arsenal, Man City vs PSG dan Barcelona, serta jadwal fase liga.
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilanti
Honda membuka peluang mempertimbangkan kembali Fit di AS. Simak kabar terbaru soal Honda Jazz dan peluang hatchback legendaris itu kembali ke Indonesia.