Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026, Ada 15 Perjalanan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Petugas BPPTKG DIY melihat alat pemantau getaran aktivitas Merapi di Kantor BPPTKG DIY, Jalan Cendana, Kota Jogja, Senin (5/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Petugas BPPTKG terus memantau aktivitas Merapi melalui empat titik seismograf yang dipasang
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa guguran yang terjadi di Gunung Merapi sempat terjadi peningkatan, terutama pada Minggu (4/6/2017). Namun, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menyatakan status Merapi masih normal.
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/06/05/gunung-merapi-gempa-guguran-sempat-meningkat-822494">GUNUNG MERAPI : Gempa Guguran Sempat Meningkat
“Status gunung teraktif di dunia itu masih normal,” ungkap Kepala BPPTKG DIY, I Gusti Made Agung Nandaka, Senin (5/6/2017). Petugas BPPTKG terus memantau aktivitas Merapi melalui empat titik seismograf yang dipasang, seperti di Stasiun Pusunglondon, Plawangan, Deles dan Klathakan.
Sebelumnya, berdasarkan rekap pantauan seismograf atau alat pencatat getaran aktivitas Merapi milik BPPTKG DIY , tampak pada Minggu (4/6/2017) sekitar pukul 14.20 WIB, menyisakan banyak coretan. Di waktu tersebut terjadi gempa dengan durasi sekitar 90 detik. Merupakan peningkatan aktivitas yang terjadi secara signifikan dibandingkan dengan pola aktivitas hari-hari atau jam sebelumnya.
Made mengakui pada Minggu itu memang terjadi peningkatan gempa guguran. Namun, hal itu tergolong normal karena dalam rekapitulasi sehari selama 24 jam, biasanya juga terjadi guguran hingga belasan atau puluhan kali.
Gempa guguran itu bukan berasal dari aktivitas di dalam perut Merapi melainkan dimungkinkan karena gempa tektonik yang terjadi sekitar pukul 14.48 pada Minggu (4/6/2017) di area sekitar Gunung Merapi.
Gempa guguran yang terjadi secara visual adalah jatuhnya material yang berada di sekitar dinding ke dalam kawah. Material itu diakuinya tergolong kecil. Meski demikian, aktivitas secara detail guguran itu tak terlihat di CCTV.
Namun, Made mengakui memang guguran yang terjadi intensitasnya lebih sering. Tetapi hal itu dinilai masih normal karena pada hari-hari biasa juga kadang aktivitas yang terjadi demikian. Seringnya terjadi gempa guguran itu karena kondisi batuan puncak Merapi yang tidak stabil.
Goncangan gempa tektonik dapat memicu terjadinya guguran material di puncak Merapi. “Kemudian asap juga belum ada perubahan, masih seperti biasa. Kalau gunung api pasti ada asapnya, itu normal,” ujar Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti