Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma menunjukkan barang bukti kasus perjudian yang berhasil diungkap petugas pada operasi Pekat Progo 2017, Senin (12/6/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Polres Kulonprogo mengungkap dua kasus perjudian pada operasi Pekat Progo 2017
Harianjogja.com, KULONPROGO-Polres Kulonprogo mengungkap dua kasus perjudian pada operasi Pekat Progo 2017 yang digelar sejak awal Ramadan. Kedua pelaku diamankan di Mapolres Kulonprogo guna pemeriksaan lebih lanjut.
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma mengatakan, kasus perjudian pertama yang ditangani melibatkan tersangka berinisial TN. Warga Sogan Wates diketahui merupakan penjual judi togel online.
Dia ditangkap di rumahnya tanpa perlawan bersama barang bukti berupa satu buah ponsel, kertas rekap angka, dan uang tunai Rp130.000. Polisi juga menetapkan MK sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga berperan sebagai pengepul.
Polres Kulonprogo juga menangkap warga Karangsewu Galur terkait kasus serupa. Tersangka KYT pun ditangkap di rumahnya dengan barang bukti antara lain dua buah ponsel, kartu ATM, lembaran kertas bukti transfer, serta uang tunai Rp390.000.
"TN ini hanya pengecer. Kalau KYT menjual langsung melalui website dan setiap penjualan dilakukan [pembayaran] dengan transfer," kata Dedi, Senin (12/6/2017).
Dedi lalu mengungkapkan, para tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Kulonprogo. Keduanya bakal dijerat dengan pasal 330 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Sementara itu, KYT mengaku melakukan judi online untuk menambah penghasilan. Dia merasa pendapatannya dari bekerja serabutan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Yang beli tidak banyak. Hanya sebatas teman-teman saja," ujar dia.
Selain kasus perjudian, Polres Kulonprogo menangkap dua orang penjual minuman keras dari dua lokasi berbeda. Tersangka pertama merupakan warga Karangsari Pengasih berinisial WT dengan barang bukti sekitar 13 botol miras.
Tersangka kedua adalah WK, warga Kembang Nanggulan. Dia juga diamankan bersama barang bukti berupa 108 botol miras dengan berbagai kemasan dan merek.
Dedi mengatakan, kedua tersangka diketahui menjual miras di toko kelontong masing-masing. Mereka akan dikenakan Pasal 11 Jo 4 Peraturan Daerah No.11/2008 tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Memabukkan Lainnya. Ancaman hukumannya berupa denda paling banyak Rp50 juta atau penjara maksimal selama delapan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.