SEKOLAH 5 HARI : Tak Semua Sekolah di Sleman Siap

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 15 Juni 2017 18:55 WIB
SEKOLAH 5 HARI : Tak Semua Sekolah di Sleman Siap

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah siswa mengerjakan soal ujian saat mengikuti Ujian Nasional hari pertama di Sekolah Luas Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul di jalan Wates, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (04/04/2016). Sebanyak tujuh siswa tuna rungu mengikuti UN dengan tidak ada banyak kendala. Sebagian besar siswa dari SLB ini memilih melanjutkan ke perguruan tinggi seperti di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ataupun ke Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Pelaksanaan sekolah 5 hari dirasa masih belum siap diterapkan di semua sekolah di Sleman

 
Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaksanaan sekolah 5 hari dirasa masih belum siap diterapkan di semua sekolah di Sleman. Aspek biaya terkait peningkatan sarana dan prasarana sekolah dinilai masih menjadi hambatan utama.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono mengaku belum menerima pemberitahuan resmi soal kebijakan baru tersebut. "Belum terima, baru lewat media tapi memang perlu kesiapan dan tidak semua sekolah siap,"ujarnya pada Rabu (14/6/2017).

Karena itu,menurutnya ada sejumlah hal yang harus diperbaiki khususnya terkait sarpras sebagaia media pembelajaran. Dampaknya ada pembiayaan yamg harus dikeluarkan demi kegiatan belajar mengajar tambahan tersebut, salah satunya biaya makan siang siswa.

Arif menyebutkan sudah ada sejumlah sekolah di Sleman yang sebenarnya menerapkan hal ini salah satunya Budi Mulia. Namun memang baru sebagian kecil dari total sekolah yang ada di Sleman.

Karena itu, sistem baru ini mungkin akan ditawarkan dahulu kepada sejumlah sekolah yang dinilai memiliki daya dukung memadai, baik dari SDM maupun infrastruktur.

Terpisah, Mujiono, Kepala Sekolah SMK 1 Cangkringan mengatakan pasti akan mematuhi aturan baru tersebut jika sudah ditetapkan. "Kalau itu aturannya ya kita mesti taati meskipun saya harus percepat penyediaan infrastruktur sekolah," jelasnya.

Infrastruktur yang dimaksud salah satunya kantin sekolah dengan daya tampung yang memadai, kebersihan, dan keragaman makanan sehat. Ia juga menilai persiapan dengan merubah pola pikir guru dan karyawan sekolah juga sama pentingnya untuk dilakukan.

Pasalnya, dengan jam belajar yang terasa lebih panjang maka siswa pasti harus mendapatkan perhatian yang lebih di awal pelaksanaan program ini. Selain itu, guru dan karyawan juga harus mulai terbiasa dengan jam kerja pagi hingga sore hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online