Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Ilustrasi kemacetan (JIBI/Solopos/Abdullah Azzam)
Polda DIY mengantisipasi lonjakan kendaraan bermotor yang masuk ke DIY dengan menggelar personil di lokasi rawan macet maupun laka lantas
Harianjogja.com, SLEMAN-Polda DIY mengantisipasi lonjakan kendaraan bermotor yang masuk ke DIY dengan menggelar personil di lokasi rawan macet maupun laka lantas. Diterapkan pula operasi janur kuning sebagai penanda bagi kendaraan yang dirasa membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kapolda DIY, Brijen Pol Ahmad Dofiri mengatakan jika operasi Ramadniya akan dimulai pada 19 Juni hingga 4 Juli mendatang. DIY diprediksi akan banjir pemudik ditinjau dari tingkat okupansi hotel maupun pengguna sejumlah moda transportasi.
Untuk mengatur lalu lintas, jajaran Polda DIY telah menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas khususnya yang dekat dengan tempat wisata.
Selain itu, personil kepolisian akan memberikan imbauan kepada pengguna kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan dengan memasang janur kuning. “Simbol pengendara yang ditengarai oleh polisi melanggar dan membahayakan,” ujarnya.
Pengendara lainnya juga bisa mewaspadai kendaraan dengan janur kuning tersebut agar menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Jajaran Polda DIY juga menyiapkan sejumlah persiapan penjagaan di kawasan yang banyak ditinggalkan penghuninya untuk mudik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara cek SLIK OJK lewat iDebku online untuk melihat riwayat kredit dan status pinjaman secara gratis dan resmi.
Veda Ega Pratama memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tapi Brian Uriarte mulai mengintai. Saksikan duel sengit di Mugello akhir pekan ini
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.