Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Sebuah miniatur masjid dibawa pawai peserta lomba takbir keliling di Kecamatan Wonosari, Sabtu (24/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
Selain merayakan hari raya kemenangan mereka juga merebutkan hadiah total Rp11 juta
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 16 peserta mengikuti lomba takbir yang diadakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Gunungkidul, Sabtu (24/6/2017). Selain merayakan hari raya kemenangan mereka juga merebutkan hadiah total Rp11 juta.
Salah seorang panitia takbir keliling, M. Nurcahyadi, mengatakan 16 peserta takbir kelilng berasal dari berbagai kecamatan di Gunungkidul. Mereka akan berlomba merebutkan uang pembinaan senilai total Rp11 juta. “Nanti dinilai,” ungkapnya, Sabtu.
Kriteria penilaian di antaranya tingginya gema takbir yang dikumandangkan setiap peserta. Kerapian dan dan kekompakan setiap peserta dan juga jumlah orang yang tergabung dalam satu kelompok peserta.
Sejak pukul 19.30 WIB, ribuan jamaah perseta lomba tabir memadati halaman depan Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari sebagai titik berangkat. Semua peserta takbir kemudian diharuskan berkeliling. Rute yang ditempuh yakni dimulai dari halaman Masjid Al Ikhlas Wonosari, Jalan Kesatrian, Markas Kodim 0730 GK, Jalan Sumarwi, dan berakhir di Taman Parkir Jalan Brigjen Katamso.
Tidak hanya diramaikan ribuan jemaah peserta lomba takbir, masyarakat sekitar pun turut antusias menyaksikan pawai di sepanjang jalan di Kecamatan Wonosari. “Konsepnya sebenarnya sama dengan tahun lalu tapi ini sepertinya lebih meriah,” kata Nurcahyadi.
Sementara itu dengan antusiasme masyarakat yang cukup banyak menyaksikan pawai, jajaran anggota Polres Gunungkidul pun melakukan pengamanan. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan sejumlah ruas jalan ditutup sementara.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Samiyono mengatakan sejumlah jalan yang ditutup meliputi Jalan Katamso, Jalan Sumarwi dan di Jalan di depan Alun-Alun Wonosari. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur utama yang akan digunakan untuk takbir keliling.
Untuk itu nantinya pengalihan arus fokus di Simpang Tiga Kranon dan Simpang Tiga Jalan Baron. Kendaraan yang berasal dari utara akan dialihkan menuju timur sementara kendaraan dari timur akan diarahkan menuju selatan. “Penutupannya kondisional saja kalau sudah tidak terlalu macet akan kami buka,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Kemenag Sleman memetakan 1.039 lokasi Salat Iduladha 2026. Ngemplak terbanyak, Moyudan jadi wilayah dengan jemaah terpadat.
Bank Jateng dukung Rakernas ADPLK 2026 untuk memperkuat industri DPLK yang modern, inovatif, dan berintegritas.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.