Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Kesibukan pemudik di Terminal Dhaksinarga, Wonosari, Gunungkidul saat mulai meninggalkan kampung halaman, Minggu siang (10/7/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Umumnya kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi tujuan untuk mengubah nasib
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setelah Lebaran, urbanisasi pun dimulai. Hal itu seiring dengan kepulangan sejumlah warga di kampung halaman dan kembali ke perantauan mengajak sanak saudara bekerja ke luar kota. Umumnya kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi tujuan untuk mengubah nasib mencari pengahasilan yang lebih baik.
Bagi kota-kota besar, seperti Jakarta, urbanisasi merupakan masalah tersendiri lantaran jumlah penduduk yang semakin padat. Namun, begitu hal itu tak dapat lagi terbendung seiring dengan banyaknya warga daerah yang ingin mengadu nasib untuk merubah nasib.
Di Gunungkidul, setiap tahunnya terdapat ratusan orang yang hijarah ke berbagai kota di Indonesia, utamanya Jakarta. Sebagian berangkat pasca-Lebaran bersama sanak saudara yang mudik. Pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak dengan fenomena tersebut. “Ya tidak masalah jika merantau membawa keahlian dan sudah memiliki tuujuan,” ucap Bupati Gunungkidul, Badingah, pekan lalu.
Dia tak memungkiri peluang pekerjaan menjadi di sektor formal atau kantoran masih sangat susah didapatkan di Gunungkidul. Sehingga hal itu menjadikan sebagian orang memilih untuk pergi ke kota besar untuk dapat kesempatan kerja di sektor formal.
Di sisi lain, menurut Badingah, pesatnya perkembangan pariwisata di Gunungkidul harusnya dapat dimanfaatkan oleh warga untuk mencari penghasilan. Dia mencontohkan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, bisa menyerap ratusan pemuda desa sebagai pengelolanya. Mereka tak perlu merantau sudah mendapatkan penghasilan cukup lumayan.
Selain mengelola, dengan lebih dari dua juta wisatawan pertahunnya, warga bisa mengembangkan usaha pendukung pariwisata, seperti warung, homestay dan toko oleh-oleh. Warga bisa mengembangkan potensinya daerahnya tanpa harus merantau.
Seorang perantau yang sedang mudik, Suyanto, mengaku memilih bekerja di Jakarta karena sesuai dengan ijazah yang dimikinya. Saat ini dirinya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa di Jakarta Selatan.
Saat mudik beberapa tahun lalu, dirinya mengajak salah seorang keponakannya untuk merantau. “Dulu saya juga diajak kakak bekerja di Jakarta, di sini [Gunungkidul] sulit mencari pekerjaan, kalaupun ada gajinya tidak sebanding,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.