Gaji Guru Disorot Prabowo, Begini Respons Mendikdasmen Abdul Mukti
Prabowo soroti gaji guru kecil. Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut solusi harus lintas kementerian.
Kesibukan pemudik di Terminal Dhaksinarga, Wonosari, Gunungkidul saat mulai meninggalkan kampung halaman, Minggu siang (10/7/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Umumnya kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi tujuan untuk mengubah nasib
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setelah Lebaran, urbanisasi pun dimulai. Hal itu seiring dengan kepulangan sejumlah warga di kampung halaman dan kembali ke perantauan mengajak sanak saudara bekerja ke luar kota. Umumnya kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi tujuan untuk mengubah nasib mencari pengahasilan yang lebih baik.
Bagi kota-kota besar, seperti Jakarta, urbanisasi merupakan masalah tersendiri lantaran jumlah penduduk yang semakin padat. Namun, begitu hal itu tak dapat lagi terbendung seiring dengan banyaknya warga daerah yang ingin mengadu nasib untuk merubah nasib.
Di Gunungkidul, setiap tahunnya terdapat ratusan orang yang hijarah ke berbagai kota di Indonesia, utamanya Jakarta. Sebagian berangkat pasca-Lebaran bersama sanak saudara yang mudik. Pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak dengan fenomena tersebut. “Ya tidak masalah jika merantau membawa keahlian dan sudah memiliki tuujuan,” ucap Bupati Gunungkidul, Badingah, pekan lalu.
Dia tak memungkiri peluang pekerjaan menjadi di sektor formal atau kantoran masih sangat susah didapatkan di Gunungkidul. Sehingga hal itu menjadikan sebagian orang memilih untuk pergi ke kota besar untuk dapat kesempatan kerja di sektor formal.
Di sisi lain, menurut Badingah, pesatnya perkembangan pariwisata di Gunungkidul harusnya dapat dimanfaatkan oleh warga untuk mencari penghasilan. Dia mencontohkan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, bisa menyerap ratusan pemuda desa sebagai pengelolanya. Mereka tak perlu merantau sudah mendapatkan penghasilan cukup lumayan.
Selain mengelola, dengan lebih dari dua juta wisatawan pertahunnya, warga bisa mengembangkan usaha pendukung pariwisata, seperti warung, homestay dan toko oleh-oleh. Warga bisa mengembangkan potensinya daerahnya tanpa harus merantau.
Seorang perantau yang sedang mudik, Suyanto, mengaku memilih bekerja di Jakarta karena sesuai dengan ijazah yang dimikinya. Saat ini dirinya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa di Jakarta Selatan.
Saat mudik beberapa tahun lalu, dirinya mengajak salah seorang keponakannya untuk merantau. “Dulu saya juga diajak kakak bekerja di Jakarta, di sini [Gunungkidul] sulit mencari pekerjaan, kalaupun ada gajinya tidak sebanding,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo soroti gaji guru kecil. Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut solusi harus lintas kementerian.
Hasil undian Indonesia Open 2026 membuat sejumlah wakil Indonesia langsung menghadapi lawan berat sejak babak pertama.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.