JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Pengendara melintas di sekitar titik ambrol di ruas jalan menuju Jembatan Gantung, Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Kamis (29/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Pengunjung yang ingin berwisata ke Jembatan Gantung itu memang harus ekstra hati-hati
Harianjogja.com, BANTUL—Buruknya kualitas jalan kembali menjadi dampak menurunnya animo pengunjung. Setelah beberapa pekan lalu pengelola Gua Cerme di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, kali ini giliran objek wisata Jembatan Gantung di Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri yang terdampak sepinya pengunjung.
Pengunjung yang ingin berwisata ke Jembatan Gantung itu memang harus ekstra hati-hati. Pasalnya, badan aspal di akses jalan menuju jembatan yang membelah Sungai Oya itu kini hanya menyisakan lebar kurang dari satu meter saja. Hal itu disebabkan ambrolnya salah satu bahu jalan.
Purwanto, salah satu warga, mengungkapkan ambrolnya jalan tersebut menuju objek wisata Jembatan Gantung terjadi sejak dua bulan lalu. Kendati hanya menyisakan lebar tak lebih dari satu meter, kendaraan roda empat diakuinya masih bisa melintas.
Meski begitu, jika kerusakan itu tidak segera dilakukan perbaikan dan akhirnya tidak bisa dilalui, objek Wisata Jembatan Gantung dari jalur utara dikhawatirkan bakal kolaps. “Sudah dua bulan ini jalan ambrol karena belum diperbaiki. Akhirnya jalan bergeser ke utara atau mendesak lahan pertanian warga yang sebelumnya jaringan irigasi,” ujarnya, Kamis (29/6/2017).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul Dwi Daryanto mengaku belum bisa berbuat apa-apa. Kewenangan terkait hal itu sepenuhnya ada di pihak Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.
Prakiraan cuaca Jogja dan DIY Sabtu 3 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Jogja.