Masih Banyak Wisatawan ke Jogja, Operasi Jogobaran Diperpanjang

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 04 Juli 2017 19:20 WIB
Masih Banyak Wisatawan ke Jogja, Operasi Jogobaran Diperpanjang

Suasana di Malioboro, Jogja saat Idulftri 1438 Hijriah, Minggu (25/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika)

Operasi terpadu Jogobaran yang berakhir Rabu (4/7/2017) hari ini akan diperpanjang sampai 10 Juli mendatang

 
Harianjogja.com, JOGJA-Operasi terpadu Jogobaran yang berakhir Rabu (4/7/2017) hari ini akan diperpanjang sampai 10 Juli mendatang. Hal ini lantaran masih banyaknya wisatawan yang datang ke Jogja meski cuti bersama aparatur sipil negara (ASN) sudah berakhir.

"Kunjungan wisatawan ke Jogja masih banyak karena liburan sekolah masih lama," kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, seusai menggelar syawalan bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jogja, Senin (3/7/2017).

Jogobaran merupakan satuan tugas pengamanan lintas instansi yang dibentuk Pemerintah Kota Jogja untuk memberikan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban kepada wisatawan. Operasional Jogobaran dimulai pada H-7 lebaran hingga H+7 lebaran.

Haryadi mengapresiasi kinerja Jogobaran dan semua pihak karena selama libur lebaran yang berjalan dengan baik dan lancar. Meski ada beberapa kejadian seperti pedagang kaki lima (PKL) yang menaikkan harga terlalu tinggi dan pelaku parkir nakal namun dapat terselesaikan dengan baik.

"Pedagang atau juri parkir yang menerapkan harga atau tarif secara tidak wajar itu masuk kategori tidak tertib. Mereka bisa membuat wisatawan merasa tidak aman, sehingga perlu diambil tindakan," kata Haryadi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh Prabowo merasa terbantu dengan adanya perpanjangan masa operasi Jogobaran. Selama libur lebaran ini diakuinya Jogoboro sangat terbatas sehingga butuh tambahan pengamanan untuk mengamankan kawasan Malioboro dari Abu Bakar Ali (ABA) hingga Titik Nol Kilometer.

Petugas Jogoboro yang ada saat ini sebanyak 60 personel. Mereka dibagi dalam 4 shif untuk mengamankan sepanjang Malioboro selama 24 jam. "Jumlah petugas kita sangat terbatas, idealnya 120 orang," kata Syarif.

Akhir tahun lalu UPT Malioboro sebenarnya sudah mengajukan penambahan personel melalui APBD 2017 sebanyak 20 orang. Namun belum disetujui.

Syarif memrediksi Malioboro masih akan dipadati wisatawan karena masih ada liburan sekolah. Ia pribadi bersama petugas Jogoboro pun belum bisa cuti lebaran. Diketahui libur sekolah baru akan berakhir pada 17 Juli mendatang. Beberapa sekolah swasta ada yang baru masuk 24 Juli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online