Pasca Lebaran, Harga Sapi Merangkak Naik

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Kamis, 06 Juli 2017 11:18 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sapi Merangkak Naik

Suasana pasar hewan Imogiri, Bantul, Senin (25/7/2016). Harga hewan ternak di Pasar Hewan Bantul seperti sapi dan kambing sudah mulai mengalami kenaikan menjelang Iduladha. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)

Pasca lebaran, harga sapi baik sapi bakalan maupun siap potong mulai merangkak naik

 
Harianjogja.com, BANTUL--Pasca lebaran, harga sapi baik sapi bakalan maupun siap potong mulai merangkak naik. Bahkan kenaikan harga sapi bakalan mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor, sedangkan untuk sapi siap potong kenaikannya masih dibawah Rp1 juta per ekor.

Ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS), Ilham Ahmadi menjelaskan sapi bakalan adalah sapi yang sengaja dibeli jauh-jauh hari untuk dibesarkan untuk dipotong pada saat hari raya Iduladha yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.

Awalnya kenaikan memang terjadi pada sapi bakalan yang kemudian mempengaruhi harga sapi siap potong. "Yang mahal itu sapi bakalan tapi juga yang siap potong ikut naik," katanya pada Rabu (5/7/2017).

Ilham menjelaskan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh permintaan pasar yang tinggi menjelang hari raya Iduladha. Meskipun pasokan sapi juga telah bertambah dibandingkan dengan hari-hari biasa, namun hal tersebut belum dapat mengimbangi permintaan pasar yang tinggi. "Meski tambah, ga sebanding dengan permintaan yang juga tinggi," tuturnya.

Menurutnya, saat permintaan tinggi dan harga mulai naik yang paling diuntungkan adalah peternak-peternak desa. Apalagi jika mendekati momen hari raya Iduladha seperti ini, pembeli biasanya tidak mempermasalahkan harga yang penting pembeli mendapatkan hewan ternak yang ka butuhkan. "Yang penting ada, harga ikut pasar," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi mengatakan saat Iduladha Bantul tetap akan mendatangkan sapi dari luar daerah. Sebab ia mengakui Bantul memang belum dapat mencukupi kebutuhan akan daging sapi.

Selama ini dari kebutuhan harian sebanyak 25 ekor, Bantul baru dapat mencukupi 10 ekor saja sedangkan sisanya berasal dari luar daerah. Diantaranya dari Temanggung, Boyolali, Purworejo dan Gunungkidul.

Padahal jumlah keseluruhan sapi di Bantul ada 52.000 ekor, dari jumlah tersebut 13.000 ekor sudah siap dipotong. "Bahkan kalau Idul Adha kita datangkan dari Bali," ujarnya.

Menurut Pulung, tidak semua sapi siap potong di Bantul disembelih saat hari raya Iduladha. Beberapa faktor penyebabnya adalah sapi betina yang tidak boleh dipotong dan pemilik yang belum mau menjual sapi siap potong miliknya untuk investasi beberapa waktu ke depan.

Padahal pada saat Iduladha berlangsung, setiap harinya Bantul membutuhkan 4000 hingga 5000 ekor sapi untuk disembelih. "Mau tidak mau kita ambil dari luar daerah, wong kebutuhan harian saja belum mencukupi apalagi Iduladha," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online