Mbappe Hattrick, Real Madrid Hancurkan Sociedad 4-1
Kylian Mbappe mencetak hattrick saat Real Madrid menghancurkan Real Sociedad 4-1 pada jornada kedua LaLiga 2026/2027.
Panitia PPDB SMK N 1 Pengasih sedang menempelkan poster, di kompleks sekolah, Kamis (6/7/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
PPDB 2017 untuk SMP perlu pendataan lebih detil
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyatakan perlunya kesiapan yang matang bagi kabupaten/kota jika akan menerapkan sistem zonasi pada jenjang SMP dalam PPDB. Guna mengantisipasi rekayasa data jarak tempuh dari rumah ke sekolah, maka perlu ada pemetaan pedukuhan dekat dengan suatu sekolah.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan rekayasa data seperti yang ada di Bantul seharusnya tidak boleh terjadi. Jika ingin menerapkan sistem zonasi sebaiknya harus diantisipasi. Seperti halnya untuk SMA/SMK yang menerapkan sistem pendaftar hanya bisa mengambil satu token saja sebagai syarat mendaftar sehingga tidak bisa mendaftar di sekolah lain. Sehingga ia menyimpulkan, kasus di Bantul bukan zonasinya yang bermasalah tetapi karena rekayasa yang tidak terpantau dengan baik. Hanya karena melihat dari pengakuan pendaftar melalui formulir yang dipercaya begitu saja.
"Mestinya kalau mau seperti itu, sudah dibikin peta. Pedukuhan yang bisa masuk di sekolah A mana saja. Namanya radius dua kilometer dari suatu SMP itu pedukuhan mana saja pasti kelihatan. Cara lain, bisa dilihat KTP orangtua, kalau dia tinggal di Pedukuhan A berarti bisa masuk di sekolah A," ungkapnya, Jumat (7/7/2017)
Namun, lanjutnya, yang terjadi di Bantul hanya mengisi formulir sehingga pendaftar bisa menuliskan jarak tempuh ke sekolah dengan semaunya sendiri. Jika berpikiran positi, bisa jadi menurut menurut pendaftar memang mengira jaraknya sesuai dengan yang dituliskan, namun berbeda ukuran dengan pihak lain.
"Kalau mengukurnya pakai GPS kan lurus [jadi pendek], kalau [mengukur pakai] jalan belok-belok [jadi jarak tempuhnya jauh," kata dia.
Ia meyakini Dinas Pendidikan Bantul memiliki niat yang baik untuk pemerataan pendidikan dengan menerapkan sistem zonasi. Hanya masih perlu tambahan sistem pengaman terhadap ukuran tersebut, selain itu sebaiknya masyarakat tidak perlu berbohong dengan merekayasa.
"Sekolah yang maunya terdekat ya terdekat. Bantul maunya bagus, jangan sampai anak berbatasan dengan pagar kok tidak bisa sekolah di situ, malah diisi anak dari jaraknya 10 kilometer misalnya," imbuh Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kylian Mbappe mencetak hattrick saat Real Madrid menghancurkan Real Sociedad 4-1 pada jornada kedua LaLiga 2026/2027.
Penganiayaan terjadi di Waduk Sermo, Kulonprogo. Seorang perempuan dipukul pria setelah menegur pelaku yang terus menatapnya.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Backlog hunian Jakarta mencapai 402.287 KK, sementara 29.000 apartemen belum terserap. Pembiayaan dan hunian vertikal jadi solusi.
PSS Sleman menyiapkan satu uji coba terakhir sebelum Super League 2026/2027, dengan Persiku Kudus diindikasikan menjadi calon lawan.