PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Bawang Putih akan Dikembangkan di Logandeng

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Senin, 10 Juli 2017 05:21 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Bawang Putih akan Dikembangkan di Logandeng

HAMA ULAT TANAMAN BAWANG MERAH Seorang petani menunjukkan hama Ulat Hijau yang menyerang daun tanaman bawang merah di kawasan perkebunan Bawang Merah kawasan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Jumat (11/4). Menurut petani sejumlah lahan tanaman bawang merah di kawasan tersebut terserang hama ulat hijau yang mengakibatkan tanaman bawang merah rusak dan penurunan produksi saat panen hingga 40 persen. ANTARA FOTO/Rudi Muly

Varietas bawang putih akan dikembangkan di Gunungkidul agar dapat mencukupi kebutuhan

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mahalnya harga bawang putih beberapa waktu lalu membuat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul memutar otak. Rencananya varietas bawang putih akan dikembangkan di Gunungkidul agar dapat mencukupi kebutuhan dan tidak terpengaruh dengan kenaikkan harga.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto Kebutuhan akan bawang putih di Kabupaten Gunungkidul masih bergantung pasokan dari daerah lain. Hal ini berakibat sering terjadinya lonjakan harga jika terjadi kelangkaan.

Untuk itu pihaknya berencana mengembangkan komoditas bawang putih di Gunungkidul. "Kami baru mencari varietas yang cocok, untuk bawang putih yang dapat ditanam di sini. Lokasinya ada di Desa Logandeng, yang dulu sempat menjadi pusat bawang putih," ujarnya, Minggu  (9/7/2017).

Menurutnya Logandeng dipilih karena lokasinya cocok untuk pengembangan bawang putih. Ia pun kini tengah menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, untuk mencari varietas yang cocok untuk ditanam.

Dia bercerita, bawang putih pernah ada dan ditanam di Gunungkidul pada tahun 1990 lalu. Namun lahannya terbatas, jumlah petani yang menanam sedikit. Dan kini pun sudah tak bersisa lagi.

Sedikitnya petani yang menanam bawang putih ini dikarenakan lahan yang ada di Gunungkidul tidak cocok untuk pertumbuhan bawang. Pasalnya bawang putih membutuhkan lokasi yang tinggi dan ketersediaan air yang melimpah.

Akibatnya tidak ada pasokan bawang putih dari Gunungkidul sendiri. Sehingga membuat harga komoditas ini melonjak tinggi pada waktu-waktu tertentu, seperti saat momen lebaran lalu.

"Kami masih bergantung dari daerah lain seperti Brebes, Pemalang, Wonosobo, Boyolali dan Karanganyar. Di sini tidak ada yang menanamnya. Sehingga sangat mungkin terjadi kelangkaan dan lonjakan harga bawang putih," ujar Bambang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis