PERTANIAN SLEMAN : Lahan Menyusut, Penyuluh Diminta Inovatif

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 12 Juli 2017 17:20 WIB
PERTANIAN SLEMAN : Lahan Menyusut, Penyuluh Diminta Inovatif

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Operator traktor tangan mengolah tanah sawah di areal persawahan di Godean, Sleman, DI. Yogyakarta, Kamis (26/06/2015). Dewasa ini para pemilik lahan pertanian semakin sedikit yang menggunakan jasa ternak sapi atau kerbau sebagai tenaga untuk membajak sawah, perannya tergantikan oleh traktor mesin yang dijual dengan kisaran harga Rp 7 hingga 21Juta per unit. Harga jasa mengolah lahan dengan traktor terbilang lebih murah daripada menggunakan hewan ternak.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mendorong penyuluh pertanian untuk lebih inovatif meningkatkan produksi pangan

 

Harianjogja.com, SLEMAN- Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mendorong penyuluh pertanian untuk lebih inovatif meningkatkan produksi pangan. Hal itu dilakukan seiring semakin menyusutnya lahan pertanian akibat proses pembangunan.

Menurut Muslimatun, sektor pertanian di wilayah Sleman tengah mengalami beberapa tantangan. Selain cuaca yang dinamis dan sulit diprediksi, lahan pertanian semakin berkurang.

Satu sisi, katanya, Sleman merupakan daerah penyangga pangan DIY sebesar 40%. Di sisi lain,  pada 2016 terjadi penurunan jumlah lahan pertanian seluas 233 hektar.

"Ini menjadi tantangan bagi semua pihak untuk tetap meningkatkan produksi pangan," katanya di sela-sela kegiatan Syawalan Keluarga Besar Penyuluh Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (11/7/2017), di Balai Serba Guna Sleman.

Dia berharap, seluruh pihak termasuk penyuluh, dituntut bekerja optimal, lebih inovatif, mengedepankan koordinasi dan kerjasama dengan intansi terkait. Misalnya, melibatkan para pakar pertanian serta masyarakat sebagai kontrol sosial.

"Meski jumlah lahan pertanian turun, hasil panen tidak boleh ikut turun. Walaupun lahannya berkurang, tapi hasilnya harus tetap surplus. Panen harus diatas 9 ton per hektare," harapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online